Tuesday, May 5, 2026

Target 500 ton per hari, realisasi baru sekitar 50 ton, DPRD Sorot Kinerja PLTSa Putri Cempo


Solo - Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto menyoroti pengolahan sampah di Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo yang belum mencapai target. PLTSa ditarget bisa mengolah 500 ton sampah per hari. 

Namun, saat ini baru mampu mengolah sekitar 50 ton atau 10 persen dari target. Ia menilai, upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dengan melibatkan pihak swasta untuk mengelola PLTSa Putri Cempo belum berjalan sesuai rencana awal. 

"Sudah berjalan sekian tahun dan belum ada hasil. Sampah terus menggunung, terus menumpuk," terang Sugeng saat ditemui di TPA Putri Cempo, Jumat (1/5/2026). 

Meski demikian, Sugeng menyebut pihak PLTSa menyampaikan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas pengolahan hingga 200 ton per hari mulai Juni mendatang. 

Instalasi Pengolahan 100 Ton Sampah per Hari Ia juga menyampaikan, pemerintah pusat berencana membuat instalasi pengolahan sampah berkapasitas 100 ton per hari. Namun proyek tersebut diperkirakan baru terealisasi tahun 2027. 

"Pemerintah kota harus menyiapkan lahan 2 hektar untuk bantuan mesin senilai mungkin sekitar Rp 20 miliar itu. Lokasinya mungkin di sekitar PLTSa," terangnya. 

Sugeng menambahkan, instalasi tersebut bukan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) berskala kecil, melainkan fasilitas pengolahan bahan baku untuk pembangkit listrik, serupa dengan sistem PLTSa. Ia menekankan agar Pemkot Solo fokus pada penyelesaian masalah sampah dari hulu, yakni tingkat rumah tangga dan lingkungan. 

"Perbanyak jumlah TPS3R di masing-masing kecamatan dan masing-masing kelurahan. Dengan begitu, sampah organik yang jumlahnya 70 persen dari total kapasitas sampah harian harapannya bisa terselesaikan di hulu," terangnya. 

Perihal anggaran, Sugeng melihat keberpihakan Pemkot Solo terhadap penanganan sampah belum terlihat jelas dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). 

"Saya kira nanti akan menjadi evaluasi di DPRD dan juga di pemerintah kota. Keberpihakan anggaran harus tampak untuk menyelesaikan problem sampah di hulu," ujar dia. 

Di sisi lain, Sugeng memastikan DPRD akan mendorong pengoptimalan PLTSa, termasuk peningkatan target kapasitas sampah per hari menjadi 200 ton.

Sumber : Kompas