
Foto : Kompas
Solo – Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto, mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas jaringan prostitusi online yang melibatkan empat anak di bawah umur asal Sukabumi, Jawa Barat, yang ditemukan di Kota Solo.
Sugeng menegaskan, pengungkapan kasus tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat penegakan hukum terhadap praktik eksploitasi seksual anak, terutama yang memanfaatkan perkembangan teknologi dan aplikasi digital.
Menurutnya, praktik prostitusi online tidak dapat dilepaskan dari adanya permintaan yang mendorong munculnya jaringan penyedia layanan ilegal tersebut. Karena itu, upaya pencegahan perlu diimbangi dengan tindakan hukum yang tegas.
"Kaidah supply and demand. Maka selain membangun kesadaran, penting juga untuk law enforcement," ujar Sugeng, Selasa (27/10/2026).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai, perkembangan teknologi digital telah membuka ruang bagi munculnya berbagai modus kejahatan, termasuk praktik prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur.
Ia mengingatkan bahwa fenomena serupa berpotensi terjadi di berbagai wilayah perkotaan, sehingga diperlukan kewaspadaan bersama dari aparat penegak hukum, pemerintah, masyarakat, hingga keluarga.
"Sindikat-sindikat sejenis patut diduga ada di daerah-daerah perkotaan lain. Jadi sebenarnya ini fenomena yang menuntut kewaspadaan semua pihak, utamanya di daerah perkotaan," ungkapnya.
Apresiasi Polresta Solo, Minta Jaringan Lain Ditelusuri
Sugeng menyampaikan keprihatinan mendalam atas terungkapnya kasus eksploitasi seksual yang melibatkan empat anak tersebut. Ia sekaligus memberikan apresiasi kepada jajaran Polresta Solo yang berhasil mengungkap praktik kejahatan itu.
"Kami prihatin mendalam atas problem sosial ini. Kami mengapresiasi Polresta Solo atas upaya dan keberhasilan mengungkap praktik prostitusi ini, khususnya dengan korban anak di bawah umur," tuturnya.
Meski demikian, Sugeng berharap pengungkapan kasus tersebut tidak berhenti pada pelaku yang telah teridentifikasi. Ia meminta kepolisian terus mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas, termasuk sindikat lain yang menggunakan modus serupa di Kota Solo.
Menurutnya, penegakan hukum secara menyeluruh diperlukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus mencegah terulangnya kasus eksploitasi seksual terhadap anak.
"Sangat penting untuk menutup ruang gerak para pelaku kejahatan," tegasnya.
Ingatkan Pentingnya Pengawasan Orang Tua
Selain mendorong langkah tegas aparat kepolisian, Ketua Komisi IV DPRD Solo itu juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam melindungi anak dari ancaman eksploitasi seksual di ruang digital.
Sugeng mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kepedulian, komunikasi, dan pengawasan terhadap aktivitas anak, termasuk dalam penggunaan aplikasi dan media sosial.
Ia menilai kewaspadaan keluarga dan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya pencegahan agar anak-anak tidak menjadi korban jaringan eksploitasi seksual.
"Kami juga menghimbau para orang tua lebih peduli dan berhati-hati dalam mengawasi anak-anak, serta menghindarkan dari prostitusi," ujarnya.
Kasus yang melibatkan empat anak asal Sukabumi tersebut menjadi perhatian Komisi IV DPRD Solo karena menyangkut perlindungan anak dan persoalan sosial yang membutuhkan penanganan serius.
Sugeng menekankan pentingnya kewaspadaan semua pihak serta penegakan hukum untuk membatasi ruang gerak jaringan prostitusi online, khususnya yang mengeksploitasi anak di bawah umur.
Sumber : Solopos
%20(1).png)


.png)








