Wednesday, June 3, 2026

Bidang ELHPI PKS Solo adakan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga di Kampung Tegalsari


Solo
- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, telah diselenggarakan kegiatan Pelatihan Pengolahan dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Balai Warga RT 04 RW 08 Kampung Tegalsari, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, pada Sabtu (30/05/2026) pukul 19.30 WIB.

Kegiatan yang mengusung semangat EduEcoGreen ini dihadiri oleh pengurus RW, pengurus RT, serta warga Kampung Tegalsari yang antusias mengikuti edukasi dan pelatihan terkait pengelolaan sampah rumah tangga.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua RT 04 RW 08, Amin Supodo, ST, yang menyampaikan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi timbulan sampah dari sumbernya. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh warga untuk membangun budaya memilah dan mengelola sampah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Materi utama disampaikan oleh Dr. Dian Kresnadipayana, M.Si., selaku Ketua Bidang Energi, Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim (ELPHI) yang memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah rumah tangga serta pengolahan sampah organik rumah tangga. Dalam paparannya, Dr. Dian menjelaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu.

Beliau menekankan bahwa sampah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai sebenarnya dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, seperti kompos dan pupuk organik cair, sehingga dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu, pemilahan sampah sejak dari sumber juga dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah dan membuka peluang ekonomi melalui kegiatan bank sampah.

“Perubahan besar dalam pengelolaan lingkungan dimulai dari langkah-langkah sederhana di rumah. Jika setiap keluarga mampu memilah dan mengolah sampahnya dengan baik, maka kita telah berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Dr. Dian Kresnadipayana.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri. Diharapkan edukasi dan pelatihan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan serta mendukung program pengurangan sampah di Kota Surakarta.

Tuesday, June 2, 2026

Gempuran Gadget Jadi Tantangan Berat Terapkan Pancasila di Solo


Solo
Penanaman nilai-nilai Pancasila pada instansi pendidikan di Kota Surakarta dinilai menghadapi tantangan yang sangat berat seiring dinamisnya perkembangan zaman. Degradasi moral dan melemahnya semangat kerja keras pada anak didik dipicu oleh dampak penggunaan gawai yang terlalu bebas.

Kondisi memprihatinkan tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Sugeng Riyanto, saat diwawancarai RRI pada Minggu, 31 Mei 2026. Menurutnya, penetrasi teknologi informasi saat ini telah menyeruak sangat dalam hingga mengubah perilaku harian anak-anak.

Sugeng memaparkan bahwa paparan media digital yang tidak terkontrol memicu munculnya budaya instan yang merusak mentalitas pelajar. Jika dibiarkan, fenomena ini dikhawatirkan akan terus merongrong sendi-sendi akhlak dan moralitas generasi penerus bangsa di Kota Solo.

"Dampak dari gadget misalnya yang masuk menyeruak begitu dalam ya dalam kehidupan anak-anak kita, ada sisi-sisi melemahnya semangat kerja keras kemudian sisi-sisi menguatnya budaya instan gitu," ujar Sugeng Riyanto.

Sebagai langkah antisipasi, Sugeng menawarkan pendekatan keteladanan lingkungan dan struktural kurikulum sekolah yang harus dipadukan. Langkah ini menuntut komitmen bersama agar orang tua, guru, dan masyarakat dapat bahu-membahu menjadi contoh nyata bagi anak-anak.

Sumber : RRI

Semarak Idul Adha 1447 H DPC PKS Jebres Salurkan Daging Qurban untuk Masyarakat


Solo
-  Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Jebres kembali menyemarakkan momen Hari Raya Idul Adha dengan menyelenggarakan agenda pemotongan hewan qurban. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Tasyrik terakhir, yakni 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan hari Sabtu, 30 Mei 2026.

Pada tahun ini, DPC PKS Jebres menerima amanah dari para shohibul qurban (pekurban) untuk menyembelih dan mendistribusikan hewan qurban yang terdiri dari 1 ekor sapi dan 7 ekor kambing. 

Paket daging qurban tersebut ditujukan untuk memberikan manfaat yang merata, baik bagi para anggota partai maupun masyarakat yang berdomisili di sekitar lingkungan DPC PKS Jebres.

Momen penyembelihan hewan qurban ini berlangsung istimewa dan penuh khidmat. Eksekusi penyembelihan dilakukan langsung oleh Ketua Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta, Sugeng Riyanto. 

Prosesi pemotongan hewan hingga pendistribusian ini juga turut dihadiri oleh anggota DPRD Kota Surakarta dari fraksi PKS lainnya, yakni Agus Widodo. Kehadiran para tokoh ini menjadi bentuk dukungan moral dan semangat bagi para panitia di lapangan.

Semangat kebersamaan dan gotong royong tampak kental mewarnai seluruh rangkaian agenda. Para anggota dan kader PKS di lingkungan Kecamatan Jebres tampak antusias bahu-membahu menyukseskan acara. Mereka bekerja sama dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan alat dan tempat, eksekusi pemotongan, proses pengemasan daging, hingga pendistribusian.

Melalui kegiatan ini, DPC PKS Jebres berharap ibadah qurban dari para shohibul qurban dapat diterima oleh Allah SWT.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata khidmat (pelayanan) PKS kepada masyarakat, serta sarana untuk terus mempererat tali silaturahmi dan solidaritas antara kader partai dengan warga sekitar.