Ketua Bidang BELHPI PKS Kota Surakarta, Dian Kresnadipayana, mengatakan TPS3R Mojo Makmur menjadi contoh pengelolaan sampah yang dimulai dari penerimaan, pemilahan, pengolahan sampah organik menjadi kompos atau pakan maggot, hingga daur ulang sampah anorganik melalui Bank Sampah.
Ia menjelaskan, persoalan sampah di Solo masih didominasi sampah rumah tangga sebesar 41,51 persen, disusul perkantoran dan perniagaan masing-masing 20,75 persen. Dari jenisnya, sampah organik masih mendominasi, sedangkan sampah anorganik terbesar berupa plastik sebesar 22,73 persen.
Sebagai tindak lanjut, BELHPI PKS Kota Surakarta telah membentuk grup WhatsApp komunitas bank sampah, KWT, dan beberapa RKI. Pekan depan, komunitas ini akan kembali berkumpul dalam workshop pengolahan sampah rumah tangga.
BELHPI PKS Kota Surakarta juga berencana mengadakan pertemuan lanjutan pada pekan depan dalam bentuk workshop pengolahan sampah rumah tangga.
"Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan," Kata Dian.
"BELHPI PKS Kota Surakarta ingin terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar gerakan peduli lingkungan bisa tumbuh lebih luas di Kota Solo," ungkap Dian.



0 comments:
Post a Comment