Thursday, June 24, 2021

Silaturahmi ke MUI Kota Surakarta, PKS Solo Dinasehati untuk Perjuangkan Aspirasi Umat



Melanjutkan agenda silaturahmi, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surakarta berkunjung ke kantor Majelis Ulama Indonesia Kota Surakarta, pada Rabu (23/6). PKS Kota Surakarta, diwakili oleh Pengurus Inti DPD PKS Kota Surakarta yang terdiri dari Ketua Umum Daryono, Sekretaris Umum M. Nafi' Asrori, dan Bendahara Umum Agus Widodo 

Kehadiran pengurus DPD PKS Surakarta diterima oleh Pengurus MUI Kota Surakarta yang terdiri dari Ketua MUI Kota Surakarta MUI KH Subari, Sekretaris Umum MUI Teguh, Wakil Ketua Syamsudin, Wakil Sekretaris Choiri, Bendahara Umum Ahmad Dimyati, Komisi Ukhuwah Sunoto Ahmad, Komisi Dakwah Sutan Muda, Komisi informasi Suharko, Komisi Perempuan Trihayutiningsih Fanani, dan juga Pengurus MUI Ismanto dan Imam Suhadi.

Agenda Silaturahmi, dipandu oleh Sekretaris umum MUI, Teguh Dilanjutkan sambutan Ketua MUI Kota Surakarta KH Subari yang mengenalkan pengurus MUI Kota Surakarta yang hadir serta menyampaikan sejarah MUI Kota Surakarta dari waktu ke waktu, "Selamat datang kepada pengurus DPD PKS Kota Surakarta yang silaturahmi dalam kesempatan hari ini. Sebelum ada MUI dulunya di Surakarta sudah ada Majelis Ulama Surakarta sampai pada tahun 1975 berdiri MUI di Surakarta Majelis Ulama Surakarta menjadi MUI Kota Surakarta dengan Ketua KH Ali Darokah dari Pondok Jamsaren yang menjabat ketua MUI Surakarta sampai 1996" jelasnya.



Dilanjutkan sambutan dari ketua DPD PKS Solo, Daryono yang  menyampaikan maksud tujuan kunjungan ini adalah untuk menjalin silaturahmi kepada ulama sesepuh di Kota Surakarta. Daryono juga menjelaskan pentingnya kontrol dari luar bagi PKS Kota Solo.


"Kami mengenalkan kepengurusan baru DPD PKS Kota Solo yang dilantik pada Februari lalu. Selain itu, kami sangat berharap sesepuh ulama di MUI ini  memberikan nasehat-nasehatnya kepada kami. Sebagai partai Islam kami siap memperjuangkan aspirasi umat. Bahkan apabila kami dinilai kurang tepat dalam tindakan politik, maka kami siap untuk menerima kritik dan saran dari para ulama sebagai kontrol bagi kami" ujarnya.

Perbincangan selama satu jam lebih dalam suasana akrab tersebut berjalan dengan diskusi hangat mengenai berbagai tema dan isu dinamika politik yang berkembang. 

Nasehat-nasehat dan masukan dari pengurus MUI kota Surakarta disampaikan secara bergantian oleh para pengurus.Diawali  Sekretaris MUI Kota Surakarta Teguh menyampaikan masukan kepada PKS untuk serius memperjuangakan aspirasi kepentingan umat, 

"Saat ini kita melihat, bantuan organisasi kegamaan dari pemerintah tidak menggunakan proporsionalitas. Oleh karenanya, PKS harus memperjuangkan melalui perwakilannya di DPR. Selain itu, sebagai partai Islam harus memperhatikan upaya pendangkalan aqidah yang terjadi di masyarakat. PKS yang punya peluang berjuang sampai batas mati yang berjuang atau tuntas yang diperjuangan." ujarnya

Dilanjutkan nasehat Bendahara MUI Ahmad Dimyati yang memulai nasehatnya dengan menyampaikan Umat Islam Indonesia punya peranan luar biasa. Seperti perjuagan jendral sudirman, Mohamad Natsir, Mohamad Rum, Syafrudin Prawiranegara dan lainnya, "PKS semestinya belajar dari para pendahulu republik ini untuk berjuang dengan pengorbanan yang nyata"jelasnya.

Setelah mendapatkan nasehat dan masukan dari para ulama, dalam agenda penutupan Pengurus PKS Kota Surakarta menyerahkan souvenir berupa kaligrafi bertuliskan "I'dilu huwa aqrabu littaqwa" (Berlaku adillah karena adil lebih dekat kepada taqwa)  kaligrafi yang merupakan lukisan karya  Ichsan Yudya, Kader PKS Solo asal Pasarkliwon.



Friday, June 11, 2021

Nasehat Ketua MTA dalam Kunjungan PKS Solo; Tujuan Politik Adalah Untuk Li i'lai Kalimatillah


Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surakarta kembali melaksanakan silaturahmi ke organisasi masyarakat, kali ini silaturahmi ke kantor pusat Majelis Tafsir Al Qur'an (MTA) di Kota Solo, pada Rabu (10/6). Turut hadir bersama rombongan PKS Kota Surakarta, Pengurus Inti DPD PKS Kota Surakarta yang terdiri dari Ketua Umum Daryono, Sekretaris Umum M. Nafi' Asrori, Bendahara Umum Agus Widodo dan Ketua Bidang Kaderisasi R Surya Atmajaya. Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Solo Sugeng Riyanto, Ketua Dewan Etik Daerah (DED) PKS Solo, Kasori Mujahid, Sekretaris MPW PKS JAwa Tengah Abdul Ghofar Ismail, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Solo, Asih Sunjoto Putro. Serta Wakil Ketua FPKS DPRD Kota Surakarta, Muhadi Syahroni

Kehadiran pengurus DPD PKS Surakarta diterima oleh Pengurus Pusat MTA yang terdiri dari Ketua MTA Ustadz Nur Kholid Syaifullah, Sekretaris Sunarno, Bendahara Mansur, Ketua Bidang (Kabid) Pembangunan dan Kepemudaan MTA Didik Joko Susilo, Kabid Pendidikan MTA Heru Siswanto

Di awal agenda Silaturahmi, dibuka leh Sekretaris MTA, Sunarno yang mengenalkan pengurus yang ikut menyambut kedatangan rombongan DPD PKS Kota Solo. Dilanjutkan sambutan Ketua DPD PKS Kota Surakarta menyampaikan tujuan kunjungan ini adalah untuk menjalin silaturahmi kepada ormas MTA sebagai sesepuh di Kota Surakarta. Daryono juga menjelaskan kedekatan tak langsung dengan berbagai kalangan dari MTA.

"Kami mengenalkan kepengurusan baru DPD PKS Kota Solo yang dilantik pada Februari lalu. Semoga kehadiran kami ini tidak "keladuk" karena pengurus tingkat kota megunjungi pengurus MTA tingkat pusat. Namun, kami sangat berharap sesepuh MTA memberikan nasehat-nasehatnya kepada kami" ujarnya.


Perbincangan selama satu jam lebih dalam suasana akrab tersebut berjalan dengan diskusi hangat mengenai berbagai tema ringan dan berbagai isu dinamika politik yang berkembang. 

Setelah berbincang, sebelum penutupan Ketua MTA Ustadz Nur Kholid Saifullah   menyampaikan kesan pesan yang disampaikan untuk pengurus PKS. "Ternyata dunia tak selebar daun kelor, ternyata kita dekat, meskipun fisik jarang bertemu tapi saling berhubungan dengan dekat. Ternyata Ustadz Kasori (Ketua DED PKS Solo -red) kakak tingkat saya di S3 UIN" ujar Ustadz Kholid yang sedang menempuh program doktoral di UIN Sunan Kalijaga ini.

Ustadz Kholid menambahkan, "MTA tidak terlibat politik praktis. Karena kalau terlibat secara praktis misalnya saya di Partai A yang lain belum tentu mau dan apabila menonjolkan atribut masing-masing organisasi bisa jadi kacau. Namun, kita bermimpi umat Islam bisa bersatu dengan satu kepemimpinan. Yang selalu dimohonkan pada Allah semoga kita diikat menjadi satu untuk mendukung kepentingan umat Islam"

Ustadz Kholid juga menyampaikan persatuan umat belum terwujud karena syarat - syaratnya belum terpenuhi dengan berkaca ke baitul maqdis yang belum diberikan kepada umat Islam karena masih banyaknya faksi belum jadi satu. Dan adanya berbagai permasalahan umat seperti pelecahan kepada Nabi Muhammad di negara kita  dan banyaknya fenomena sarjana islam malu menyampaikan Islam dalam ranah ilmiah, maka yang terjadi ghazwul fikri (perang pemikiran) yang luar biasa.

"Karena tidak berpolitik praktis dan mempunyai mimpi menyatukan umat maka kami menitipkan urusan kepentingan umat Islam di bidang politik kepada saudara muslim kami di PKS. Tujuan politik adalah untuk li i'lai kalimatillah (meninggikan kalimat Allah -red). Maka semestinya setelah kita bertemu dan berpisah saling mendoakan semoga dikuatkan untuk kejayaan Islam di masa yang akan datang" pungkas Ustadz Kholid memberikan nasehat

Sebelum pamit Pengurus PKS Kota Surakarta menyerahkan souvenir berupa kaligrafi bertuliskan "I'dilu huwa aqrabu littaqwa" yang berarti "Berlaku adillah karena adil lebih dekat kepada taqwa"  kaligrafi yang merupakan lukisan karya Kader PKS Solo, Ichsan Yudya.

    

Monday, June 7, 2021

100 Hari Gibran Wali Kota, PKS: Belum Ada Kebijakan Genuine!


Solo - Masa pemerintah Gibran Rakabuming Raka telah memasuki 100 hari setelah dilantik sebagai Wali Kota Solo pada Februari lalu. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti keistimewaan atau privilege anak presiden hingga masalah Pasar Klewer.

Politisi PKS yang juga Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto, mengatakan masa 100 hari sebetulnya belum bisa menggambarkan kinerja pimpinan daerah secara utuh. Sebab Gibran hanya bisa meneruskan program yang telah disusun wali kota sebelumnya.

"100 hari itu wali kota terpilih belum bisa membuat satu kebijakan genuine versi dia karena masih mengikuti anggaran wali kota lama. Mas Gibran hanya melanjutkan apa yang sudah dirintis wali kota sebelumnya tapi dengan gaya dia, seperti lebih menggunakan medsos," kata Sugeng saat dihubungi detikcom, Sabtu (5/6/2021).

Namun dia tidak menampik adanya percepatan dari rencana wali kota sebelumnya, seperti pembangunan rel layang Palang Joglo. Hal ini disebabkan Gibran Rakabuming Raka memiliki keistimewaan sebagai anak Presiden Joko Widodo.

"Misal membangun rel layang Joglo itu yang merintis wali kota lama. Tapi Mas Gibran punya potensi besar, karena punya semacam privilege. Banyak menteri ke solo, menawarkan apa yang bisa dibantu. Itu bisa dihimpun menjadi potensi untuk menyelesaikan masalah di Solo," kata dia.

Salah satu persoalan yang dia soroti ialah kondisi Pasar Klewer semakin sepi. Masalah itu sudah terlihat sejak sebelum pandemi.

"Klewer itu problem besar kalau nggak ditangani sistematis. Sejak sebelum pandemi nggak lagi kumandhang (terkenal), tambah diterpa pandemi semakin kasihan. Tambah lagi adanya pedagang mobil yang merugikan pedagang di pasar," ujarnya.

Dia belum melihat Gibran memiliki solusi untuk masalah Klewer. Sugeng pun menyarankan agar Gibran menggandeng kementerian untuk menyelesaikan masalah itu.

"Gandeng Kemendag untuk support ke situ, gandeng kementerian untuk support pedagang. Itu baru lompatan cantik. Tapi itu masih belum terlihat," tutupnya.

Saturday, June 5, 2021

Gowes PKS Solo Semarakkan Milad PKS ke-19

 


Solo (30/05). Dalam rangka menyemarakkan Milad PKS ke-19, beberapa pesepeda anggota PKS Solo melaksanakan Gowes 19 KM. Start dari depan Keraton Surakarta yang merupakan salah satu ikon kebudayaan kota Solo dilanjutkan mengelilingi Alun-alun Kidul yang cukup ramai dengan aktifitas olahraga warga. Rute gowes selanjutnya menyusuri jalanan Solo Baru hingga area perkampungan dan persawahan di Sukoharjo yang masih segar.

Herman Susilo selaku Ketua Bidang Kepanduan dan Olah Raga (BKO) DPD PKS Kota Solo menyampaikan latar belakang kegiatan gowes ini. "Kegiatan gowes 19 KM ini merupakan pemanasan setelah beberapa pekan libur gowes karena puasa dan untuk menjaga kebugaran tubuh. Semoga ke depan bisa rutin diadakan dan bisa mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebugaran." ujarnya.

Tampak wajah gembira para pesepeda dalam gowes kali ini. Jalur perkampungan dan persawahan yang masih segar menjadi kesan tersendiri. Acara gowes ditutup dengan menikmati sarapan soto yang segar.


#semarakmiladpks19 #pvr2021 #bugarsepanjangusia

    

Friday, June 4, 2021

Nadwah Bersama Ketua Masjid Jogokaryan Awali Halal Bi Halal PKS Solo




Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Solo melaksanakan Halal Bi Halal  Secara Hybrid atau perpaduan secara Online (Daring) diikuti peserta melalui zoom dan youtube dan beberapa peserta mengikuti secara  Offline (Luring) di Aula DPD PKS Surakarta pada Ahad (30/5).

Ketua DPD PKS Solo dalam sambutan menyampaikan, "Halal bi Halal DPD PKS Solo pada tahun ini dilaksaksanakan secara spesial karena menghadirkan pembicara Ustadz Jazir Ketua Takmir Masjid Jogokaryan, Jogjakarta yang dikenal sebagai masjid rujukan di tingkat nasional. Petuah yang disampaikan oleh Ustadz Jazir diharapkan mampu menjadi masukan bagi kader PKS Solo agar bisa melaksanakan agenda dakwah sesuai kebutuhan masyarakat Kota Solo" ujarnya.



Acara Halal bi Halal diawali dengan agenda Nadwah atau Seminar yang disampaikan oleh Ustadz Jazir dengan tema Membedah Peta Gerakan Dakwah Kota Solo dari Masa Ke Masa. Seminar dilaksanakan sampai waktu dzuhur tiba.

Agenda berikutnya setelah sholat dzuhur adalah inti Halal Bi Halal dengan diawali sambutan Wakil Ketua Komisi I DPR RI asal FPKS, Abdul Kharis Almasyhari. Kemudian dilanjutkan dengan tausyiah oleh Ketua Dewan Etik Daerah (DED) PKS Solo, Kasori Mujahid.

Diakhir acara halal bi halal disampaikan pengumuman Lomba Anak Kader PKS Solo yang disampaikan oleh Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Solo, Nurhayati.