Solo - Bidang Perempuan dan Keluarga atau Bipeka DPD PKS Kota Surakarta bekerja sama dengan Wanita Al-Irsyad Surakarta menggelar pelatihan UMKM pada Ahad, 24 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bipeka untuk mendorong perempuan agar semakin berdaya, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ketua Bipeka DPD PKS Kota Surakarta, Kurnia Prihantini, menyampaikan pelatihan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap penguatan peran perempuan, khususnya dalam bidang ekonomi keluarga. Menurutnya, perempuan perlu memiliki kemampuan produktif agar dapat berkontribusi lebih besar bagi keluarga dan masyarakat.
“Agenda ini sebagai upaya kami untuk membuat perempuan lebih berdaya dan mandiri. Kita perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Kurnia.
Kurnia menambahkan, perkembangan zaman menuntut perempuan untuk terus belajar, termasuk dalam mengelola usaha. Melalui pelatihan UMKM ini, peserta diharapkan tidak hanya memiliki semangat berwirausaha, tetapi juga memahami cara mengembangkan usaha secara lebih terarah.
Kegiatan ini turut menghadirkan Salim, Anggota DPRD Kota Surakarta Fraksi PKS, sebagai narasumber. Dalam paparannya, Salim memperkenalkan perannya sebagai anggota Komisi III DPRD Kota Surakarta sekaligus bidang advokasi DPD PKS. Ia menyampaikan pentingnya pelaku UMKM mengetahui berbagai fasilitas yang telah disediakan Pemerintah Kota Surakarta.
Salim menjelaskan dalam Asta Cita Kota Surakarta terdapat perhatian terhadap pengembangan UMKM. Pelaku usaha, menurutnya, perlu memanfaatkan layanan pemerintah seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu atau PLUT, pengurusan Nomor Induk Berusaha atau NIB, serta fasilitasi sertifikasi halal melalui Mal Pelayanan Publik atau MPP.“Para pelaku UMKM perlu mengetahui akses layanan yang sudah disiapkan pemerintah. Pengurusan NIB, sertifikasi halal, hingga pendampingan usaha menjadi bagian penting agar UMKM bisa berkembang lebih tertib, legal, dan siap bersaing,” ujar Salim.
Salim juga menyampaikan informasi mengenai peluang pengembangan wilayah Pasar Kliwon bagi pelaku UMKM ke depan. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan melalui sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah.
Pelatihan ini juga menghadirkan Erlin Susiloprapti, owner AM Grup, sebagai pembicara. Erlin menekankan memiliki usaha bagi perempuan merupakan hal yang sangat mungkin dilakukan. Namun, ia mengingatkan memiliki usaha saja tidak cukup. Pelaku usaha juga perlu memahami cara mengelola bisnis agar dapat menghasilkan omzet dan berkembang secara konsisten.
“Perempuan punya peluang besar untuk membangun usaha. Tetapi usaha harus dikelola dengan baik, mulai dari produk, pemasaran, pencatatan, hingga cara menjaga pelanggan,” terang Erlin.
Pembicara berikutnya, Novita Rachmasari dari PEPK Bipeka Solo, mengajak peserta untuk memiliki mimpi dalam mengembangkan usaha. Ia menekankan pentingnya mempelajari peluang usaha yang ada di sekitar serta memahami kebutuhan pasar.
“Kita harus punya mimpi agar usaha bisa berkembang. Peluang usaha sebenarnya banyak di sekitar kita, tinggal bagaimana kita mempelajari, menangkap, dan mengelolanya,” ujar Novita.
Melalui kegiatan ini, Bipeka DPD PKS Kota Surakarta berharap perempuan, khususnya pelaku UMKM, semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha. Pelatihan ini juga diharapkan menjadi langkah awal penguatan kapasitas, jejaring, dan kemandirian ekonomi perempuan di Surakarta.
%20(1).png)


.png)



