Wednesday, July 27, 2016

Nguri-uri Budaya, Pertunjukan Kethoprak Meriahkan Halal Bihalal PKS Solo

PKS Kota Solo - Bulan syawal tahun ini, gedung kesenian Taman Balaikambang kembali dipenuhi oleh keluarga kader dan simpatisan PKS Kota Solo yang sedang mengadakan halal bihalal pada Minggu (24/7) pagi. Nguri-uri budaya menjadi alasan panitia memilih gedung kesenian Taman Balaikambang sebagai tempat. Niat nguri uri budaya pun direalisasikan dengan rangkaian acara yang penuh nuansa budaya. Pertunjukan seni dari masing-masing DPC PKS baik pengurus, kader, anak kader juga simpatisan disuguhkan untuk menghibur semua yang hadir di gedung kesenian Taman Balaikambang.
Salah satunya adalah pertunjukan kethoprak yang dimainkan oleh kader DPC PKS Pasar Kliwon. Selain menghibur, kethoprak berjudul "Ontran Ontran ing Blambangan" juga sarat akan pesan. Kethoprak menceritakan tentang adanya kegaduhan di negeri Blambangan karena ada orang yang sengaja meletakkan batu besar ditengah jalan utama negri tersebut. Hal tersebut menyebabkan banyak orang saling melemparkan tugas untuk memindahkan batu besar itu ke tepi jalan. Yang tua melempar ke yang muda, yang kaya melempar ke yang miskin. Setelah berdebat dengan berbagai kesombongan mereka, satu per satu dari mereka pun mencoba. Namun tak ada satu pun yang mampu memindahkan.
Datanglah tiga orang sederhana yang mencari tahu masalah dan berusaha menyelesaikan. Dengan ikhlas dan tanpa banyak berkata, mereka bertiga bersama memindahkan batu besar dan mereka pun berhasil. Namun ternyata ada pesan dibawah batu besar tersebut. Pesan yang menyampaikan bahwa seseorang sengaja meletakkan batu besar di tengah jalan dan ingin melihat siapakah orang ikhlas yang mampu memindahkannya. Bagi yang ikhlas memindahkan akan mendapatkan hadiah berupa harta dan jika masih jomblo akan mendapat proposal nikah dari seorang putri yang cantik lagi sholihah.
Narasi kethoprak yang dibuat dan didalangi sendiri oleh kader PKS DPC Pasar Kliwon, Ihsan YePe, ingin memberikan pesan kepada semua kader PKS bahwa setiap kader PKS harus siap siaga dalam menghadapi permasalahan apapun. Tak perlu melemparkan tugas kepada yang tua atau muda saja, yang kaya atau yang miskin saja, melainkan tua-muda, kaya-miskin, semua harus ikut ambil bagian. Selain itu, Kader PKS harus ikhlas dan istiqomah berkhidmat untuk rakyat dalam keadaan apapun.
Selain kethoprak juga ada pertunjukan nasyid dari DPC PKS Banjarsari, teatrikal remaja dari DPC PKS Jebres, hafalan Al Qur'an dengan gerakan tangan dari DPC PKS Laweyan, dramamusikal dolanan anak dari DPC PKS Serengan juga pertunjukan beladiri dari perwakilan Kepanduan DPD PKS Kota Solo.
Narasi : @aRRa
Foto : Ikhwan / RPF Kota Solo

Tuesday, July 26, 2016

Muhadi: Raperda Bangunan Gedung Sebaikya Mengatur Batas Basement

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) BAngunan Gedung di Kota Surakarta yang sedang dibahas oleh DPRD Kota Surakarta menuai pro kontra dari kalangan masyarakat lantaran tidak adanya batasan lapis basement gedung bertingkat.
Setelah mencermati masukan dari perwakilan masyarakat melalui forum public hearing pada Selasa (26/7) di Gedung Parpiurna DPRD Kota Surakarta. Muhadi Syahroni, selaku Anggota Panitia khusus (Pansus) Raperda Bangunan Gedung dari FPKS memberikan masukan revisi pada pasal 19,
“Sebaiknnya pembatasan lapis gedung yang dibuat bertingkat ke bawah (basement) maksimal dua lapis. Hal ini agar tidak melebihi ketentuan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) serta untuk menjaga ekosistem hayati seperti kualitas air tanah dan lainnya” ujarnya.
Menurut Muhadi, sebelum ditetapkan menjadi perda, fraksi PKS akan menyampaikan usulan revisi tersebut melalui pendapat akhir fraksinya.

Parade Budaya di Halal bi Halal PKS Solo

PKS Kota Solo - Minggu (24/7), ada yg berbeda di suasana acara halal bi halal yang diadakan oleh DPD PKS kota Solo di gedung kesenian Taman Balekambang Surakarta tahun ini. Jika biasanya acara partai mempunyai kesan formal dan ceremonial, maka kali ini sangat berbeda. Penuh dengan warna-warna budaya.
Diawali dengan lantunan hafalan surat ar-Rahman dengan gerakan, yang dipersembahkan oleh anak-anak Kader Laweyan mengumandang merdu.
Acara yg mengangkat tema "Tingkatkan Khidmat, Kokohkan Persahabatan" ini, berlanjut dengan sambutan yang disampaikan oleh ketua DPD PKS Surakarta, Abdul Ghafar Ismail. "Semoga PKS semakin dicintai dan menjadi pilihan masyarakat. Mohon maaf apabila selama mengemban amanah, banyak kekurangan dan gesekan yang mungkin kurang berkenan. Kami berharap semoga para pengurus bisa tetap bersama-sama membangun tim yang solid sehingga kita bisa menjadi partai terbesar di kota Surakarta", harap Ghofar.
Berlanjut dengan parade budaya dari
masing-masing DPC PKS yang menyuguhkan performance luar biasa. DPC PKS Serengan menampilkan ragam dolanan nusantara, mulai dari cublak-cublak suweng sampai nembang. DPC PKS Pasar kliwon menghadirkan ketoprak kontemporer, DPC PKS Jebres menampilkan drama pendek dan nasyid dari DPC PKS Banjarsari.

Selain itu, DPD PKS Solo juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada anak-anak Kader yang berprestasi. Total ada 10 anak yang dihadirkan ke atas panggung untuk menerima penghargaan dari ketua DPD PKS Solo beserta jajaran pengurus.
Tausiyah yg merupakan acara inti disampaikan oleh ustad Ahmad Syaifuddin Zuhri yang mengangkat tema tentang bagaimana agar kita mendapatkan ampunan Allah secara sempurna. Diantaranya adalah suka menyambung silaturahim dan memaafkan orang yang memutus silaturahim dengan kita.
Acara diakhiri dengan doa dan dilanjutkan dengan saling berjabat tangan di antara peserta. Semoga tetap terjalin hubungan silaturahim yang baik dan semakin solid di antara kader PKS se kota Surakarta.
Narasi : ErlinaZachi
Foto : Agus / RPF Solo

DPRD Jateng Siap Selesaikan Polemik Eksploitasi Air Di Gunung Muria

Kudus, PKS Kota Solo – Sebanyak 11 pengusaha air asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dilaporkan oleh kelompok warga melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengatasnamakan Lembaga Pemerhati Aspirasi Publik (LePAsP) Kudus.
Para pengusaha itu dilaporkan karena diindikasi melakukan eksploitasi air secara ilegal di permukaan kawasan Gunung Muria, Kudus, melalui tangki air di Desa Colo dan Desa Kajar, Kecamatan Dawe.
“Setelah melakukan pengamatan dan pemantauan, kami berkesimpulan bahwa eksploitasi air di pegunungan Muria semakin tidak terkendali, karena setiap hari 500 ribu liter air Muria disedot secara ilegal untuk selanjutnya dijual sebagai air minum dan bahan baku air minum isi ulang,” jelas Achmad Fikri, perwakilan LSM LePasP Kudus dalam keterangan persnya usai bertemu perwakilan DPRD Jawa Tengah dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Dalam rilis persnya, Fikri menuturkan, adapun pengusaha yang dilaporkan oleh warga tersebut adalah PT TM Desa Colo, Dawe, Hj D, DAA, S, M, S, SR, BH, MA, MK dan DR.
Menanggapi laporan masyarakat tersebut, anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Rodhi akan menindaklanjuti dengan melakukan komunikasi ke pihak terkait, untuk selanjutnya dilakukan langkah terbaik menyelesaikan polemik air di Gunung Muria itu.
“Terima kasih atas laporannya, kami dari Komisi D akan meneruskan laporannya untuk selanjutnya dilakukan solusi dan langkah terbaik, agar masyarakat di desa tersebut bisa kembali menikmati air bersih dari Gunung Muria,” ujar legislator PKS Jateng itu.
Sumber : Murianews

Usai Bakdan, Kader PKS Siap Berkhidmat Untuk Rakyat

PKS Kota Solo - Taman Balekambang ramai di Minggu pagi, itu sudah biasa. Tapi Minggu (24/7) pagi ini, ada yang istimewa. Ratusan kader PKS Kota Solo berdatangan memenuhi gedung kesenian Taman Balekambang. Anak-anak ceria berlarian menikmati suasana yang dihiasi lirih alunan nasyid.
Momen bakdan atau lebih dikenal dengan Halal Bi Halal menjadi momen yang mahal. Mengapa? Karena dimomen ini bertemunya seluruh kader Kota Solo. Ini menjadi ajang menjalin lagi silaturahmi yang kadang hanya terjalin lewat dunia maya. Saling berbagi senyum dan jabat tangan. Menguapkan rindu dengan bertukar kabar.
Rangkaian acarapun menjadi wadah apresiasi bagi potensi kader. Mulai dari anak kader sampai pengurus DPC. Ada anak-anak kader yang menghafal Al Qur'an dengan gerakan, ada juga yang mengenang memori lama dengan dolanan anak jaman dahulu seperti cublak-cublak suweng dan jamuran.
Nuansa nguri-uri budaya terasa kental diacara kali ini. Penampilan penuh inspirasi dari kethoprak, drama teatrikal, nasyid dan tembang macapat membuat para kader tak beranjak dari duduknya.
Hari ini, Minggu 24 Juli menjadi awal bagi dimulainya kembali para kader merapatkan barisan usai libur lebaran. Memulai lagi barisan-barisan tarbiyah, agar makin tinggi semangat berkhidmat pada rakyat dan kokohnya persaudaraan diantara kita.
Narasi : TyArin

Anak Kader Laweyan Tampil di Acara Halal bi Halal DPD PKS Kota Solo

PKS Kota Solo - Lantunan hafalan surat Ar Rahman dengan gerakan, yang dipersembahkan oleh anak-anak kader Laweyan mengumandang, menghipnotis ratusan orang yang hadir di acara halal bi halal DPD PKS Kota Solo, Ahad 24 Juli 2016.
Menghafal surat ArRahman dengan gerakan, bukanlah hal baru bagi anak-anak yg tergabung dalam ALIF Laweyan (Anak Soleh Kreatif) ini. Dalam dua tahun belakangan ini, telah diadakan pelatihan yang cukup intensif untuk menghafal surat ArRahman. Biasanya pelatihan yang diadakan setiap bulan Ramadhan itu, dihadiri tak kurang dari 40 anak dengan sekira sepuluh musyrifah sebagai pendamping.
Dengan kostum putih-putih, ke sepuluh anak ALIF itu tampil dengan penuh semangat. Mereka yang terdiri dari anak usia TK hingga SD kelas 4, tampil di atas panggung dengan kompak dan membanggakan.
Semoga pelatihan menghafal dengan gerakan bisa terus dilanjutkan agar anak-anak senantiasa dekat dengan Al-Qur'an.
Narasi : ErlinaZachi
Foto : Didik / RPF Solo

Dolanan Tradisional Anak Kader PKS Solo Meriahkan Halal bi Halal

PKS Kota Solo - Bertempat di Gedung Kesenian Taman Balekambang Solo pada Minggu 24 Juli 2016, tiga puluhan anak tampil ceria berbalut busana tradisional kebaya dan kain batik. Mereka adalah putra-putri dari kader PKS Kecamatan Serengan.
Penampilan dibuka oleh suara emas ananda Hida dalam lagu Padang Bulan. Kemudian berlanjut dengan bermain jamuran.
Permainan jamuran memiliki nilai filosofi yang sangat tinggi. Anak-anak saling bergandengan tanpa memandang status sosial. Mereka bergandengan membentuk sebuah lingkaran, ini menggambarkan bahwa persatuan mereka tidak akan pernah terputus.
Tidak berhenti sampai di situ, anak-anak lalu bernyanyi cublak-cublak suweng. Cublak-cublak suweng merupakan lagu dolanan karya Sunan Giri yang memiliki pesan moral yang luhur. Suweng berarti perhiasan anting yang biasa dikenakan perempuan Jawa. Lagu ini memuat pesan agar kita menjauhi nafsu keserakahan dalam mencari harta.
Akhirnya penampilan ditutup dengan tembang Gambuh yang mengajarkan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri.
Sungguh luar biasa pesan yang ingin disampaikan anak-anak kader PKS kepada seluruh hadirin. Dengan kemasan yang apik dan menghibur semoga pesan-pesan luhur tersebut tetap abadi diingat dan diterapkan khususnya oleh anak-anak Solo. Salam dari Solo kota Budaya.
By: NEKN

PKS Solo Beri Penghargaan Anak Kader Berprestasi, Tiga Anak Hafal Qur'an 30 Juz

PKS Kota Solo - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surakarta mengadakan Halal bi Halal bersama Keluarga Kader di Gedung Kesenian Taman Balaikambang, Surakarta, Minggu (24/7) pagi.
Acara Halal Bi Halal DPD PKS Kota Surakarta tahun ini terasa spesial dengan adanya penyerahan penghargaan anak Kader PKS Solo berprestasi Tahun 2016. Terdapat sebelas anak kader yang menerima penghargaan karena prestasinya di berbagai bidang. Dari sebelas anak itu terdapat tiga anak kader yang meraih penghargaan hafal 30 juz Al Qur'an.
Ketiga anak itu adalah Inas Nuha Mumtazah (16) putri dari Asih Sunjoto Putro, wakil Ketua Umum DPD PKS Kota Surakarta yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta. Kemudian, Naila Taqya Putri (16) putri dari Arif Sugiyanto, yang berprofesi sebagai pengusaha. Dan terakhir, Qudsy Shalahudin putra Jasiman, yang juga pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Provinsi Jawa Tengah dan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Selain anak yang hafal 30 juz Al Qur'an tersebut, anak kader PKS Surakarta peraih penghargaan dari berbagai bidang diantaranya:
Ghazy Alaudin Muhammad (14) dan Asma Amany Syahidah (14) mewakil Kota Surakarta di Jambore pelajar Tingkat Nasional, Syahidah Dzakiyyatunnisa (11) penulis cilik dengan beberapa penghargaan juara menulis cerita pendek dan pernah terpilih sebagai peserta Kongres Penulis Cilik Indonesia (KPCI) yang diselenggarakan Kemendikbud di Bogor Tahun 2015.
Kayyisah Nur Sabrina (12), peraih penghargaan juara II kewirausahaan Pelajar Putri Tingkat Propinsi Jawa Tengah Tahun 2013, kemudian ada juga peraih juara II nasyid tingkat SD se Solo Raya Tahun 2015, Sofiyatur Syahidah (11). Imam Syahid Ad Dakhil (12), peraih juara pertama Lomba Tartil Al Qur'an Tingkat Surakarta 2015. Terakhir, Ahmad Zufar (19), peraih berbagai juara di Kompetisi Ekonomi dimana raihan tertinggi adalah Juara ketiga Kompetisi Ekonomi Nasional Universitas Gadjah Mada (KEN UGM) Tahun 2015.
Ketua DPD PKS Kota Surakarta, Abdul Ghofar Ismail menyampaikan apresiasi terhadap prestasi anak kader dan berharap dengan adanya penghargaan ini dapat memacu motivasi anak kader PKS yang lain untuk berprestasi di segala bidang.
Foto : Taufik / RPF Solo