Thursday, March 3, 2016

DPRD Solo Dukung Pencanangan Kampung Sayur

PKS Kota Solo - Komisi IV DPRD Kota Surakarta mendorong adanya gerakan penghijauan kota Solo yang dimulai dari lingkungan masyarakat. Gerakan tersebut tak hanya sebatas menanam tumbuhan besar yang mampu menyerap air dan menjadi kawasan teduh. Lebih dari itu, masyarakat diajak untuk memanfaatkan tiap jengkal lahan yang ada untuk tanaman lain macam sayuran.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melalui Badan Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian pun ikut mendukung upaya tersebut. Kini, setiap lingkungan yang memiliki kelompok tani pun mendapat stimulan berupa bantuan benih sayuran. Selanjutnya, kelompok tersebut dipersilahkan untuk mengelola tanaman di kebun secara mandiri. Sebab, sejauh ini tiap kelompok masih mengandalkan dana iuran untuk sejumlah kebutuhan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Asih Sunjoto Putro berharap kampung sayur yang dicanangkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus dalam hal penghasilan. Terlebih, apabila masyarakat mampu memaksimalkan pengelolaan dengan baik.
“Mungkin saat ini masih sebatas balik modal. Namun kalau bisa dikelola dengan maksimal saya kira bisa menghasilkan sesuatu. Mudah-mudahan semakin meningkat,” ucapnya. (AR)
Sumber : Joglosemar

FPKS DPRD Solo Dorong Pemerintah Perbaiki Sistem Jamkesmas

Ketua FPKS Solo Sugeng Riyanto
PKS Kota Solo - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera(F-PKS) DPRD Kota Solo mengharapkan dalam waktu cepat pemerintah dapat segera memperbaiki sistem jaminan kesehatan tersebut demi kesejahteraan masyarakat.
Hal itu merujuk adanya kendala yang muncul dalam sistem integrasi jaminan kesehatan daerah ke Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Kesehatan ini kebutuhan dasar yang harus dimiliki manusia, sehingga pemerintah jangan main-main dengan program kesehatan,” kata Ketua FPKS, Sugeng Riyanto .
Sebelumnya, Kalangan DPRD Solo mewacanakan gagasan model periksa kesehatan bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP). Gagasan ini muncul, setelah anggota Komisi I DPRD Solo melakukan pendampingan terhadap lurah dan camat se-Solo saat melakukan studi banding ke Pemkot Manado, Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu. (AR)
Sumber : Timlo

Wednesday, March 2, 2016

DPR: Asian Games 2018 Tanpa Sepak Bola adalah Kerugian Besar

DPR: Asian Games 2018 Tanpa Sepak Bola adalah Kerugian Besar
Jakarta, PKS Kota Solo - Wakil Ketua Komisi X dari fraksi PKS, Abdul Kharis Almasyhari menegaskan akan menjadi kerugian besar jika cabang olahraga sepak bola tidak dipertandingkan di Asian Games 2018 mendatang. Mengingat Indonesia sendiri akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, tentu saja dengan absen sepak bola bakal menghambat sponsor untuk bergabung.
Selain itu, tidak menutup kemungkinan negara peserta juga menolak jika ajang lima tahunan itu tanpa sepak bola. Kekhawatiran ini disampaikan oleh Abdul Kharis, disela-sela Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komite Ad-Hoc Reformasi Sepak Bola dengan anggota Komisi X.
Dalam rapat tersebut, Abdul Kharis juga mengaku heran dengan sikap baik pemerintah yang dinilai enggan menyelesaikan persoalan ini dengan bijak. Menurut pria kelahiran Purworejo itu tidak menutup kemungkinan jika sepak bola masih dalam sanksi, Asian Games 2018 bisa batal diselenggarakan di Indonesia.
"Kalau batal tentu ini kerugian besar, dana sudah milyaran digelontorkan untuk sosialisasi aja. Terus siapa yang nanggunng, kami ikut diperiksa nantinya," keluh Abdul Kharis, Senin (22/2) lalu.
Abdul Kharis juga menilai pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (kemenpora) dianggap tak memiliki itikad baik untuk melepaskan Indonesia dari sanksi FIFA. Sebab Kemenpora sendiri telah mengetahui jika sanksi FIFA masih melekat bisa mengancam Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018.
Jika demikian, sebaiknya Kemenpora tidak mengajukan dana untuk kepentingan Asian Games 2018, jika akhirnya Indonesia gagal menjadi host Asian Games 2018. "Mending dana itu untuk rakyat yang lebih membutuhkan. Seharusnya Kemenpora mengetahui konsekuensinya jika sanksi terus berlanjut," kata Abdul Kharis.(AR)
Sumber : Republika

Konflik Sriwedari, Abdul Kharis : GWO Harus Dipertahankan

Konflik Sriwedari, GWO Harus Dipertahankan
PKS Kota Solo - Polemik lahan Sriwedari menjadi sorotan khusus bagi kalangan legislatif. Terlebih, di dalam lahan seluas hampir 10 hektar tersebut terdapat kantong budaya cikal bakal wayang orang yakni Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari .
“Disana, ada kantong budaya GWO yang harus diperhatikan dan dipertahankan. Karena itu, cikal bakal dari wayang orang,” terang anggota DPR RI Abdul Kharis Almashari, saat dengar pendapat dengan warga Laweyan, baru-baru ini.
Menurut pria yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI tersebut, GWO Sriwedari adalah inti kesenian yang menjadi lahirnya kesenian wayang orang. Faktanya, hingga kini GWO masih menjadi ikon khas Kota Solo dan wayang orang menjadi warisan budaya yang diakui dunia.
Disinggung kepemilikan atau pengelolaan lahan Sriwedari, politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku, hanya ingin GWO kembali ke masa jayanya dulu. Dengan, penuh sesak penonton yang menyaksikan pertunjukan wayang orang. Ini menunjukkan, bahwa pengelola lahan Sriwedari berhasil dalam nguri-nguri budaya yang tumbuh dan berkembang di Kota Solo. Terlepas dari siapa pemegang maupun pemilik lahan yang dulu bernama Bon Rojo ini.
Tak cukup dengan penuh sesak penonton, dirinya juga mendorong supaya para seniman yang berkecimpung di dunia seni dan budaya untuk memberikan sumbangsih karya untuk dinikmati masyarakat. Sebagai contoh menyelenggarakan pentas wayang orang anak setiap minggunya dengan cara digilir setiap sekolah. Dengan cara sederhana tersebut ia berharap GWO dapat dimaksimalkan dalam hal penyedia sarana hiburan serta sebagai ajang regenerasi seniman muda wayang orang.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Solo yang juga Ketua DPD PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail mengatakan Pemkot Solo sendiri tidak bisa berjalan secara gegabah terhadap pengelolaan GWO. Untuk saat ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) masih dapat merawat gedung wayang tersebut namun setelah nanti ketetapan hukum sudah benar-benar dilakukan maka pemkot harus mengikuti.
“Memang, impian masyarakat Kota Solo menyaksikan wayang orang seperti masa kejayaannya dulu. Tapi, itu tidak bisa secara gegabah. Harus ada kajian terlebih dahulu,” kata Ghofar.(AR)
Sumber : Timlo

Kader Pks Banjarsari Harus Memiliki Anak Asuh Dhuafa

PKS Kota Solo - Minggu pagi (28/02) Taman Balekambang  dipadati kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).  yang sedang menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab). Rakercab digelar oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Banjarsari Surakarta di Hutan Kota Surakarta ini, Taman Balekambang.

Hadir dalam rakercab ini, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Surakarta Abdul Ghofar Ismail. Dalam sambutannya Ghofar menyampaikan, "Kita semua akan berusaha untuk kembali ke jati diri kita sebagai partai dakwah, dimana partai ini hanya sebagai sarana dakwah saja politik bukan sebagai tujuan utama. Tujuan kita berpartai adalah dalam rangka berdakwah di jalur politik dengan tetap menjadikan Allah sebagai tujuan utama.”
Ghofar menambahkan bahwa karena PKS adalah partai dakwah maka setiap pengurus dan kader dituntut untuk bisa memberikan sumbangsih terbaiknya (fastabiqul khairat). Kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus DPC PKS Banjarsari Surakarta.

Mengawali kegiatan Rakercab, ketua DPC PKS Banjarsari Surakarta, Amin Supodo memberikan arahan ”Menindaklanjuti apa yang disampaikan ketua DPD, kita sebagai kader partai dakwah harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, melibatkan Allah dalam segala aktivitas kita. Senantiasa menjaga ibadah dan amaliyah.”
Lebih lanjut Amin menegaskan, dalam rangka ber-fastabiqul khairat, setiap kader diharapkan memiliki minimal 1 anak asuh dhuafa dari keluarga fakir miskin dan bisa menyelesaikan permasalahannya. "Anak asuh dhuafa yang diasuh oleh kader PKS Banjarsari ini diharapkan akan menjadi anak asuh yang memiliki 3 kecakapan (keahlian), yaitu; cakap dalam doa, cakap dalam ibadah, dan ikhlas" ujar Amin.
Amin menambahkan, "bahwa setiap kader PKS harus membaur dengan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya dan bisa menjadi problem solver, memberi solusi bagi permasalahan di masyarakat" pungkasnya

Kader Pks Banjarsari Harus Memiliki Anak Asuh Dhuafa

PKS Kota Solo - Minggu pagi (28/02) Taman Balekambang  dipadati kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).  yang sedang menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab). Rakercab digelar oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Banjarsari Surakarta di Hutan Kota Surakarta ini, Taman Balekambang.

Hadir dalam rakercab ini, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Surakarta Abdul Ghofar Ismail. Dalam sambutannya Ghofar menyampaikan, "Kita semua akan berusaha untuk kembali ke jati diri kita sebagai partai dakwah, dimana partai ini hanya sebagai sarana dakwah saja politik bukan sebagai tujuan utama. Tujuan kita berpartai adalah dalam rangka berdakwah di jalur politik dengan tetap menjadikan Allah sebagai tujuan utama.”
Ghofar menambahkan bahwa karena PKS adalah partai dakwah maka setiap pengurus dan kader dituntut untuk bisa memberikan sumbangsih terbaiknya (fastabiqul khairat). Kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus DPC PKS Banjarsari Surakarta.

Mengawali kegiatan Rakercab, ketua DPC PKS Banjarsari Surakarta, Amin Supodo memberikan arahan ”Menindaklanjuti apa yang disampaikan ketua DPD, kita sebagai kader partai dakwah harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, melibatkan Allah dalam segala aktivitas kita. Senantiasa menjaga ibadah dan amaliyah.”
Lebih lanjut Amin menegaskan, dalam rangka ber-fastabiqul khairat, setiap kader diharapkan memiliki minimal 1 anak asuh dhuafa dari keluarga fakir miskin dan bisa menyelesaikan permasalahannya. "Anak asuh dhuafa yang diasuh oleh kader PKS Banjarsari ini diharapkan akan menjadi anak asuh yang memiliki 3 kecakapan (keahlian), yaitu; cakap dalam doa, cakap dalam ibadah, dan ikhlas" ujar Amin.
Amin menambahkan, "bahwa setiap kader PKS harus membaur dengan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya dan bisa menjadi problem solver, memberi solusi bagi permasalahan di masyarakat" pungkasnya

Tuesday, March 1, 2016

Gelar Dengar Pendapat Dengan Seniman, Abdul Kharis Disambati Sriwedari

Gelar Dengar Pendapat Dengan Seniman, Abdul Kharis Disambati Sriwedari
PKS Kota Solo - Menggandeng sejumlah tokoh masyarakat Kota Solo, anggota DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menggelar acara dengar pendapat di Daerah Pilihan (Dapil) Jawa Tengah V, Minggu (28/2) kemarin. Mulai seniman, anggota karang taruna, tukang becak, tukang parkir, para pengamen dan juga beberapa tokoh masyarakat nampak hadir dalam acara yang digelar di salah satu rumah makan di Laweyan, Solo tersebut.
Mas mbolo, salah satu seniman asal Solo yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan beberapa aspirasi untuk diperjuangkan. Dirinya meminta agar kawasan Sriwedari ke depan tetap memiliki lahan atau wahana untuk para seniman berkreasi walaupun nanti jadi milik pribadi.
"Kami mohon agar THR [Taman Hiburan Rakyat] dan gedung wayang orang [GWO] tetap dipertahankan. Sehingga ikon Kota Solo sebagai kota budaya tetap bisa dipertahankan," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu berjanji akan mengupayakan aspirasi para seniman Solo tersebut.
"Dalam komisi X yang saya diamanahkan disana, salah satu yang kami bidangi adalah pariwisata, kesenian dan kebudayaan. Dan kita tahu bersama, kalau warga Solo ingin hiburan rakyat dan kesenian larinya ke Sriwedari. Untuk itu masalah ini menjadi perhatian kami di DPR RI." ungkapnya.
Dalam acara itu, tampak pula Calon Walikota Solo pada Pilkada 2015 lalu, Muhammad Fajri. (AR)

Rakercab DPC PKS Jebres, Perkuat Layanan Sosial

PKS Kota Solo - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Jebres, Surakarta, mengadakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Gedung De' Lima, Jebres, Solo, Minggu (28/2). Sebelum agenda Rakercab dimulai, Ketua DPD PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail, melantik puluhan pengurus baru DPC PKS Jebres.
Dalam sambutannya Abdul Ghofar mengingatkan seluruh pengurus untuk bekerja secara maksimal melayani masyarakat. "Ini bukan semata kerja duniawi. Semua yang kita lakukan harus diniati dalam kerangka ibadah kepada Allah SWT," ujarnya.
Ketua DPC Jebres, Slamet Widodo, mengungkapkan pengurus DPC Jebres memiliki tanggung jawab yang tidak ringan, "Selama lima tahun ke depan. Selain diharapkan terus melayani masyarakat, pengurus juga harus melakukan langkah langkah strategis agar jumlah kader PKS terus bertambah" jelas Slamet
Sebagai awalan, para pengurus yang baru saja dilantik, langsung mengadakan koordinasi untuk membahas program kerja masing masing bidang.