Wednesday, May 17, 2017

Jalan Sore Bertabur Hadiah di Milad PKS Laweyan

PKS Kota Solo - Ahad sore (14/5) usai ashar, warga masyarakat berduyun-duyun mendatangi halaman kantor Dewan Pengurus Cabang Partai Keadilan Sejahtera (DPC PKS) Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Anak-anak, kaum ibu dan para bapak membaur bersiap mengikuti jalan sore dalam rangka Milad PKS Ke 19 dan Tarhib Ramadhan 1438 H yang sebentar lagi akan datang.
Dalam sambutannya diawal acara, Ketua DPC PKS Laweyan, Anang Istanto selaku menyampaikan rasa terima kasihnya atas antusiasme semua warga yang hadir memeriahkan kegiatan sore ini. Mengambil rute disekitar kantor DPC, para peserta juga dibekali dengan jadwal imsyakiyah yang dibagikan ke warga sepanjang jalan yang dilalui.
Acara berlanjut dengan pembagian hadiah, beberapa warga mengantri di ruang cek kesehatan. Sesekali terdengar suara tawa dan teriakan gembira ketika nomor kupon yang diumumkan sesuai dengan milik warga peserta jalan sehat. Puncaknya ketika hadiah utama, yang diterima seorang ibu, bernama Marsihni warga Karangasem. Dengan senyum mengembang, Marsihni menerima hadiah utama berupa sepeda dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada PKS.
Adzan maghrib mulai berkumandang seiring usainya acara sore itu. Beberapa panitia terlihat mulai membereskan perlengkapan acara. Walau sekilas terlihat kelelahan diwajah mereka, namun senyuman mengembang tanda bahagia atas suksesnya acara sore ini.
Narasi : TyArini

DPC PKS Pasar Kliwon Latih Anak Kader menjadi Wartawan Cilik

PKS Kota Solo - Minggu pagi (14/5) Bidang Kaderisasi Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, mengadakan acara Lingkar Aksi Anak Kader Sejahtera Indonesia ( L-Aksi ) di sepanjang jalan Slamet Riyadi saat Car Free Day (CFD). Kegiatan L-Aksi yang dihadiri oleh puluhan anak kader ini diadakan dalam rangka penyegaran dan menyambut datangnya bulan Ramadhan.
L-Aksi merupakan pembinaan anak kader yang secara rutin. Biasanya diselenggarakan di kantor DPC PKS Pasar Kliwon. Tapi untuk pertemuan kali ini diadakan outdoor agar anak - anak lebih bersemangat.
Setelah acara pembukaan, anak-anak peserta L-Aksi diminta bermain peran menjadi wartawan. Dipandu oleh Pembina Anak Kader PKS Pasarkliwon, Shofi, anak-anak diarahkan untuk mewawancarai pengunjung CFD dengan tema seputar kegiatan CFD dan persiapan sambut Ramadhan. Setelah berkeliling wawancara di sekitar CFD anak-anak berkumpul kembali dan menceritakan hasil wawancaranya.
Peserta terlihat antusias dari semangat mereka mewawancarai pengunjung CFD. Peserta mengaku merasa senang saat melakukan wawancara, meskipun ada juga yang merasa malu. "Ternyata menjadi wartawan itu seru dan mengasyikkan" tutur Mirza (8).
"Acara L-Aksi ini bertujuan untuk pendidikan kepada anak-anak dalam berbagai bentuknya. Dan dalam penyelenggaraan acara ini kami sangat mengharapkan dukungan yang besar dari para orangtua, diantaranya untuk meluangkan waktu dalam mengantar dan menjemput anandanya." ujar Erma Innawati selaku koordinator acara.

Pemanfaatan Taman Parkir Loji Wetan Kurang Maksimal, Ini Saran Wakil Ketua DPRD Solo

PKS Kota Solo - Kurang optimalnya Taman Parkir Loji Wetan mengundang perhatian dari anggota DPRD Kota Surakarta. Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, Abdul Ghofar, Selasa (9/5/2017) menyatakan jika tujuan utamanya untuk parkir dan bongkar muat baik padagang maupun pembeli Pasar Gede, maka Taman Parkir Loji Wetan tidak akan bisa optimal.
Menurut dia, jarak antara Taman Parkir Loji Wetan dengan Pusat Pasar Gede terlalu jauh.
Hal itu berpotensi akan merepotkan penjual, pembeli, maupun supplier.
"Kalau tujuannya untuk bongkar muat Pasar Gede, taman pakirnya tidak akan bisa optimal karena jauh dan akses sulit," katanya kepada TribunSolo.com.
Abdul Ghofar juga menyarankan, apabila memungkinkan kantong parkir akan lebih tepat guna berada pada Pasar Gede sebelah barat.
"Kalau memungkinkan, lebih baik parkir dan bongkar muat di Pasar Gede sebelah barat, tidak terlihat dipaksakan," ujarnya.
Menurutnya, sebagian aktivitas Pasar Gede sebelah barat di lantai satu bisa dialihkan ke lantai dua.
Sedangkan ruang kosong lantai satu bisa digunakan untuk aktivitas bongkar muat.
Diberitakan sebelumnya, Taman Parkir Loji Wetan sudah ada sejak tahun 2012 menggantikan tanah pemkot yang sebelumnya disewa pihak swasta untuk SPBU.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surakarta cukup berkurang karena keuntungan taman parkir lebih kecil daripada saat disewa sebagai SPBU.
Abdul Ghofar juga menuturkan, setiap kebijakan ataupun pembangunan sebaiknya dipertimbangkan kelebihan dan kekurangannya juga dampaknya di hari kemudian

Sumber : Joglosemar

Hari Pertama Ujian Nasional SD Di Solo Berjalan Lancar

PKS Kota Solo - Senin, 15 Mei 2017 (kemarin) komisi IV DPRD Surakarta mengadakan sidak pelaksanaan Ujian Nasional (Ujian Utama Sekolah) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD).
Dipimpin oleh Asih Sunjoto Putro selaku wakil ketua, Komisi IV DPRD Solo melakukan sidak di SD KARANGASEM 2, SD SUMBER 1 dan 2, SD BANYUANYAR 2 serta SD LAZUARDI KAMILA
"Pantauan dari kami, ujian nasional di beberapa SD di Kota Solo berjalan lancar," kata dia.
Di tengah sidak tersebut komisi 4 mendapatkan keluhan dari kepala sekolah SDN SUMBER 1 dan 2. Setelah lapangan Sumber ditinggikan saat hujan deras air masuk di ruang2 kelas dengan ketinggian 10 sd 15 cm. Hal tersebut tentunya menggangu proses belajar mengajar.
"Tahun ini saja air sudah masuk 3 kali," ujar Asih menyampaikan keluhan tersebut.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, dimana Dinas Pendidikan segera berkoordinasi dengan Dinas PU utk menyelesaikan permasalahan ini segera.
"Semoga UJIAN UTAMA SEKOLAH SD tahun ini berjalan lancar. Sidak akan dilanjutkan Selasa (hari ini) dan Rabu besok," pungkasnya. (AR)

Saturday, May 13, 2017

Temui Masa Aksi HMI Solo, Anggota DPRD Ini Suarakan Penolakan Kenaikan TDL

PKS Kota Solo - Jum'at siang (12/5), tiga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Surakarta, Asih Sunjoto Putro , Muhadi Syahroni dan Ardianto Putro turut bergabung dalam menerima aspirasi dalam aksi unjuk rasa mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Muslim Indonesia (HMI) Cabang Surakarta di depan gedung DPRD.
Asih Sunjoto Putro, yang  merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta yang membidangi Kesejahteraan Sosial turut berorasi di hadapan mahasiswa. Dalam orasinya Asih Sunjoto menyatakan apresiasi terhadap aksi yang dilakukan mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah kesejahteraan masyarakat.
"Secara institusi di tingkat pusat, Fraksi PKS di DPR RI telah menyuarakan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah untuk menurunkan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang sangat memberatkan" tegasnya.
Lebih lanjut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo ini menjadi bahan aspirasi di DPRD Solo untuk selanjutnya disampaikan ke pihak eksekutif baik di daerah maupun di pusat.
"Kami satu suara dengan yang disuarakan mahasiswa hari ini. Akan kami teruskan ke pusat, Bahwa kenaikan TDL harus dibatalkan oleh Pemerintah RI atau berikan subsidi kepada masyarakat yang memakai daya listrik 900 Volt ke bawah. Agar mereka tidak terbebani" jelas Asih yang disambut dengan pekikan "terima kasih DPRD Solo!"
Aksi mahasiswa yang berlangsung singkat itu, berjalan secara damai dan tertib dengan pengawalan kepolisian Surakarta.

Fungsi Komite Sekolah Bakal Dikaji Lagi

PKS Kota Solo - Keberadaan dan fungsi komite sekolah akan diatur kembali dalam sebuah peraturan daerah (perda). Regulasi tentang penyelenggaraan pendidikan juga bakal merespons pungutan liar (pungli) di sekolah yang berkedok untuk kebutuhan tertentu. Untuk itu DPRD Solo merencanakan untuk membuat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pendidikan yang akan dibahas tahun ini.
Ketua Fraksi PKS DPRD Surakarta Sugeng Riyanto menyampaikan, raperda tentang penyelenggaraan pendidikan memang perlu dibahas lebih dalam. Terutama tentang sekolah negeri yang mulai di-regrouping oleh pemerintah lantaran minim murid.
 ”Artinya, kepercayaaan masyarakat mengenai sistem pendidikan di sekolah negeri sudah menurun sehingga banyak yang di-regrouping. Di sisi lain, untuk mendaftar ke sekolah swasta harus mengantre beberapa bulan sebelumnya,” tandas Sugeng.
Sumber : Jawapos Radar Solo

Sisa Anggaran Pemkot Solo Capai Rp 230 M, Fraksi PKS : Ini Memprihatinkan

PKS Kota Solo - Kalangan legislator mempertanyakan jumlah sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun anggaran 2016 yang lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan penyerapan anggaran oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kurang maksimal. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat banyak yang belum terealisasi.
Hal ini terungkap dalam rapat paripurna rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 di Kantor DPRD Solo, Rabu (10/5).
Pada 2016, Silpa APBD mencapai Rp230,633 miliar. Jumlah ini lebih besar daripada 2015 senilai Rp222,187 miliar. Sedangkan pada 2014 mencapai Rp187,509 miliar. Sementara pendapatan daerah setelah APBD Perubahan dianggarkan senilai Rp1,875 triliun dan terealisasi sebesar Rp1, 703 triliun atau tercapai 90,81%.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Sugeng Riyanto, turut mempertanyakan peningkatan Silpa setiap tahun. Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan dan menggambarkan penyerapan anggaran yang masih kurang maksimal. Sementara kebutuhan masyarakat masih banyak yang belum terselesaikan.
“Mengapa hal ini bisa terjadi lalu bagaimanakah perencanaan anggaran yang dilakukan Pemkot selama ini,” tuturnya.
Di samping itu, capaian PAD memang melebihi target dan meningkat dari PAD 2015. Menurutnya, secara eksplisit hal ini terlihat sebagai sesuatu yang selalu dibanggakan. Namun demikian, dalam implikasi perencanaan anggaran perlu adanya peningkatan target untuk menyesuaikan potensi pendapatan daerah yang sebenarnya.
Sumber : Solopos

Thursday, May 11, 2017

HTI Dibubarkan, Ini Tanggapan Anggota DPRD Asal PKS

PKS Kota Solo - Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah pusat turut menuai komentar dari anggota  DPRD Kota Surakarta.
Komentar tersebut diutarakan oleh Abdul Ghofar Ismail, Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta yang merupakan anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Abdul Ghofar menyatakan jika memang suatu ormas (HTI) tidak sesuai dengan pancasila dan UUD 1945, maka silakan saja pemerintah membubarkan HTI.
"Ya kalau memang suatu ormas seperti HTI menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945, silahkan saja dibubarkan," ujar Abdul Ghofar, kepada TribunSolo.com, Selasa (9/5/2017).
Namun, ia mengingatkan pembubaran suatu ormas (HTI) juga sebaiknya sesuai tahapan proses dalam koridor hukum.
"Akan tetapi perlu diingat Indonesia adalah negara hukum, pembubaran pun juga sebaiknya sesuai dengan koridor hukum," kata dia.
"Mestinya kan ada langkah-langkah persuasif sebelum resmi dibubarkan, seperti himbauan, peringatan, dan lainnya," tutur dia.
Menurut Abdul Ghofar, jika benar HTI adalah ormas yang punya dasar hukum jelas, maka termasuk bagian dari NKRI.
"Karena jika benar mereka ormas yang dulu disahkan hukum di Indonesia, berarti mereka juga bagian dari Indonesia," ucapnya.
Kendati demikian, Abdul Ghofar menyatakan mendukung persatuan dan kesatuan NKRI.
"Saya mendukung Persatuan dan kesatuan bangsa karena bentuk negara kita adalah negara kesatuan," pungkas Abdul Ghofar.
Sumber : Tribunnews