Monday, April 11, 2022

Milad ke 20 PKS Kota Solo Berikan Santunan 100 Anak Yatim

 



Dalam rangka Milad ke 20 pada Tahun 2022 PKS Kota Solo yang bertepatan dengan Bulan Ramadhan 1443 H memberikan Santunan 100 Anak Yatim

pada Sabtu (9/4) bertempat di Aula DPD PKS Kota Solo.Acara dibuka dengan pembacaan ayat Al Qur'an oleh santri perwakilan TPA Mushola Rafah DPD PKS Solo. Kemudian dilanjutkan dengan Sambutan oleh Ketua DPD PKS Solo, Daryono. 

Dalam sambutan, Ketua DPD PKS Solo menyatakan bahwa acara pemberian santunan ini merupakan rangkaian acara Milad (ulang tahun PKS) ke 20 yang jatuh pada bulan April 2022 ini. 

"Pemberian santunan oleh PKS Kota Solo tahun ini diberikan kepada 100 anak yatim atau piatu dhuafa dari berbagai Kota Solo. Bertepatan dengan tema momen Bulan Ramadhan PKS, berbagi dan melayani" jelasnya. 


Pemberian santunan kepada perwakilan anak yatim / piatu diberikan oleh Ketua DPD PKS Solo dan perwakilan Fraksi PKS DPRD  Kota Solo, yang diwakili wakil Ketua Fraksi Muhadi Syahroni. 

Setelah penyerahan santunan dilanjutkan dengan Foto bersama dan Dongeng cerita Anak yang disampaikan oleh Kak Arno. 

Setelah acara berakhir, ditutup dengan doa dan  dilanjutkan dengan buka puasa bersama-sama.



Monday, April 4, 2022

FPKS Kritisi Tingkat Kemiskinan Kota Solo Tertinggi Tingkat Kota di Jawa Tengah


Mas Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyampaikan angka kemiskinan di Kota Surakarta karena dampak Pandemi Covid-19 meningkat dari 9,03% pada tahun 2020 menjadi 9,4% pada 2021. Demikian pernyataan Mas Wali saat menyampaikan Nota Pengantar Walikota terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Surakarta Tahun Anggaran 2021 pada sidang Paripurna DPRD Kota Surakarta, Kamis (31/3/2022). 

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Fraksi PKS DPRD Kota Surakarta, Abdul Ghofar Ismail dalam pandangan umum fraksi menyampaikan keprihatinan, karena menurut Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan Kota Surakarta tersebut tertinggi untuk tingkat Kota se-provinsi Jawa Tengah.

"di satu sisi Pemerintah Kota Surakarta telah mengalokasikan Belanja Tidak Terduga yang diarahkan untuk penanganan Pandemi Covid-19 yang cukup besar yaitu Rp. 109,6 Milyar yang difokuskan pada antisipasi pemenuhan belanja bidang kesehatan, jaring pengaman sosial dan program pemulihan ekonomi. Namun hanya terealisasi serapan anggaran sebesar 32,32% Sehingga tidak berhasil mengantisipasi laju kemiskinan karena dampak Covid-19. Sebenarnya, apa yang menjadi kendala bagi Pemerintah Kota Surakarta dalam penanganan kemiskinan ini? Mohon penjelasan" ungkap Sekretaris MPW PKS Jawa Tengah ini.

Friday, March 25, 2022

Wakil Rakyat PKS Solo Berharap Bhre Bisa Bantu Gibran Majukan Wisata Kota Solo

     


    Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto, menyambut baik sudah adanya kepastian mengenai figur penerus kepemimpinan di Pura Mangkunegaran. Apalagi sosok KGPAA Mangkunagoro X tersebut adalah GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo yang masih muda dengan latar belakang pendidikan yang bisa diandalkan.

Sosok anak muda dinilai mempunyai cara berpikir yang kreatif dan inovatif. Bhre pun diharapkan bisa bekerja sama dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang sama-sama muda untuk memajukan pariwisata Solo.

“Sinergitas Pemkot Solo yang dipimpin Wali Kota [Gibran Rakabuming Raka] dengan Bhre di Mangkunegaran adalah potensi besar. Mereka sosok-sosok muda dengan pemikiran segar yang tak meninggalkan budaya,” ujarnya, Kamis (10/3/2022).

Sugeng lantas bercerita filosofi nunggak semi, yaitu bagaimana mengangkat nilai-nilai luhur budaya Solo dengan memberikan sentuhan-sentuhan kekinian. Politikus PKS tersebut meyakini Gibran dan Bhre tahu betul bagaimana memainkan potensi itu untuk memajukan Kota Solo terutama dari sektor wisata.

“Makanya sinergitas antara Pemkot Solo dengan Mangkunegaran saya yakin akan mampu mengoptimalkan potensi yang ada. Ketika sebuah potensi budaya diangkat dan dikemas dengan sentuhan kekinian tentu luar biasa sekali,” urainya.

Sugeng optimistis Gibran dan Bhre bakal mampu menarik anak-anak muda di Solo untuk kembali mencintai budayanya sendiri. Dengan begitu sektor pariwisata Solo dapat berkembang dan melompat lebih tinggi dari pencapaian selama ini.

Peran Strategis

“Apa pun, Mangkunegaran ini khazanah budaya dan sejarah yang unik. Elaborasi konstruktif atas searah dan budayanya akan menjadi sisi lain Solo yang genuine, tidak dimiliki daerah lain. Aspek genuinitas ini jadi aset strategis Solo,” terangnya.

Penuturan senada disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Solo, Janjang Sumaryono Aji, Kamis. Politikus PDIP itu melihat Pura Mangkunegaran Solo memegang peran strategis dalam pemeliharaan dan pengembangan tradisi maupun budaya kota ini.

Untuk itu segera naiknya Bhre sebagai Mangkunagoro X dilihat Janjang sebagai sebuah momentum menggeliatnya kembali aktivitas tradisi dan budaya di Solo. Dari sektor itu pun menurutnya bisa berdampak terhadap bangkitnya sektor pariwisata di kota ini.

“Apa yang terjadi di Mangkunegaran adalah proses internal. Harapan kami dengan itu ya bisa menjaga, melestarikan atau nguri-uri budaya. Syukur-syukur malah tambah lebih maju, sehingga sektor pariwisata bisa lebih berkembang,” ujarnya.

Seperti diketahui, Bhre Cakrahutomo bakal resmi bergelar KGPAA Mangkunagoro X lewat upcara jumenengan yang akan digelar pada Sabtu (12/3/2022) siang. Undangan untuk 300 tamu sudah disebar, termasuk untuk Paku Buwono (PB) XIII yang diantar langsung oleh GPH Bhre pada Senin (7/3/2022).

Sedangkan undangan untuk Gibran, mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, juga sudah disampaikan melalui kurir. Persiapan juga terus dikebut di internal Pura Mangkunegaran untuk acara bersejarah itu.


Sumber : https://www.solopos.com/

Thursday, March 24, 2022

FRAKSI PKS DPRD KOTA SOLO LUNCURKAN E-BULETIN KIPRAH FPKS TAHUN 2021 LAPORKAN KINERJA SATU TAHUN




Fraksi PKS DPRD Kota Surakarta kembali menerbitkan e Buletin kinerja Fraksi selama tahun 2021. Penerbitan e-Buletin ini dilaksanakan seteah penyerahan laporan kepada DPD PKS Kota Surakarta dari Fraksi PKS daam Forum Rapat DPTD PKS Kota Surakarta pada Februari 2022 yang lalu. 

Ketua FPKS DPRD Kota Surakarta, Asih Sunjoto Puro mengatakan, "Pada tahun 2022 ini FPKS DPRD Kota Surakarta sudah memasuki 2,5 periode masa bakti 2019 – 2024. Meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid19,namun anggota FPKS DPRD Kota Surakarta masih bisa melaksanakan agenda kedewanan dan memberikan sedikit bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan dengan menyisihkan gaji yang diterima untuk disumbangkan kepada beberapa anggota masyarakat yang terdampak adanya Covid-19." ujarnya

Laporan tahunan untuk tahun 2021 ini disusun dan diserahkan kepada Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Kota Surakarta dan dapat diakses oleh semua masyarakat yang ingin melihat kiprah anggota dewan dari PKS Kota Surakarta.

Ketua DPD PKS Kota Surakarta, Daryono mengapresiasi laporan yang disampaikan oleh Fraksi PKS, "Terima kasih atas laporan kiprah yang telah disampaikan oleh FPKS. Tentunya dalam perjalanan setengah periode ini sudah banyak hal yang telah dilakukan namun tentu masih ada kekurangan yang perlu dibenahi. Oleh karena itu, untuk perbaikan ke depan kritik dan saran dari semua pihak akan bermanfaat" jelasnya 

Untuk membaca lebih lengkap kiprah FPKS DPRD Surakarta Tahun 2021. Pembaca bisa klik link berikut di bawah ini. Semoga bermanfaat....

E Buletin Laporan Tahun 2021 FPKS DPRD Kota Surakarta

Saturday, February 26, 2022

Catatan Satu Tahun Kepemimpinan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka "Menagih Janji Lompatan Mas Wali"

 



Pada 26 Februari 2022 tepat satu tahun Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa memimpin jalannya Pemerintahan Kota Surakarta.

Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Surakarta menyoroti beberapa poin capaian terkait kepemimpinan Mas Wali Gibran Rakabuming Raka di Kota Surakarta. Beberapa capaian ini dilihat dari janji kampanye yang disampaikan pada Pilkada di  akhir  tahun 2020 dengan membandingkan capaian yang diraih dalam satu tahun saat ini. 

DPD PKS Surakarta mengapresiasi capaian Mas Wali yang dinilai sudah baik seperti:

Pertama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Solo pada tahun 2021 sebesar 82,62 naik sedikit dibandingkan tahun 2020 sebesar 82,21. (Data BPS Kota Surakarta, 2021)

Kedua, PKS Kota Solo mengapresiasi pembangunan mercusuar Kota Solo seperti Pembangunan rel layang (elevated rail) di Simpang Joglo, pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo.

DPD PKS Kota Surakarta memberikan beberapa poin catatan yang belum tercapai dari kepemimpinan Mas Wali sebagai berikut:

Pertama, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2021 menurun dibandingkan pada tahun 2020. Capaian PAD  pada tahun 2020 sebesar 475 M dan saat ini capaian PAD pada tahun 2021 sebesar  408M. Padahal, kondisi pandemi sudah berangsur membaik dan mereda. (DJPK Kemenkeu per 22 Februari 2022)  

Kedua, di satu sisi penduduk miskin di Kota Surakarta meningkat dari Tahun  2020 sebesar 9,03% menjadi meningkat di Tahun 2021 menjadi 9,4% atau 48.790 penduduk. Capaian ini menjadikan Kota Solo menempati posisi teratas kemiskinan untuk tingkat kota di Jawa Tengah.

Ketiga, Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik di tahun 2021 baru sekitar 7,60% dari luas wilayah Kota. Padahal target capaian RTH adalah sebesar 20%. Di satu sisi, kebijakan pelepasan tanah milik pemerintah kota terus terjadi dan menjadi tantangan bagi terwujudnya RTH publik di Kota Solo. 

Keempat, Gaya Kepemimpinan MAs Wali yang kurang ngemong, sehingga walikota seperti di menara gading. Komunikasi kurang baik dengan stakeholder terkait. Contohnya dalam penataan sentra IKM Gilingan dan gaya komunikasi yang intimidatif seperti meninggalkan mobil dinas di sekolah dan pemecatan secara langsung lurah Gajahan tanpa mekanisme yang bertahap.  

Kelima, Masalah Ketertiban Administrasi mengenai Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) pemerintah Kota Surakarta yang sudah diubah nomenklatur dengan Perwali Kota Surakarta baru namun, pembahasan APBD Tahun 2022 masih menggunakan nomenklatur lama.

Beberapa poin catatan ini seharusnya menjadi perhatian agar Pemerintahan Mas Wali Kota Solo ke depan lebih baik lagi. Terlebih Mas Wali mempunyai previlege sebagai putra Presiden RI. Semoga bisa mewujudkan janji lompatan yang pernah disampaikan saat masa kampanye dulu. 


Surakarta,24 Februari 2022

Ketua DPD PKS Kota Surakarta

Saturday, February 19, 2022

Hasil Survei Kinerja Gibran Sangat Baik, PKS: Wajar Anak Presiden

 


    DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Solo menanggapi dingin hasil survei yang menyebut kinerja Gibran Rakabuming Raka sebagai Wali Kota Solo setahun terakhir sangat baik.

“Kalau menurut saya wajar, karena masyarakat itu kan melihatnya di permukaan yang langsung terasa,” ungkap Ketua DPD PKS Solo, Daryono, saat diwawancara wartawan melalui ponsel, Sabtu (19/2/2022).Sejak awal Daryono mengaku sudah menyatakan keberadaan Gibran sebagai Wali Kota Solo akan membuat kota ini dapat banyak keuntungan. Seperti banyak fasilitas untuk Kota Bengawan.

“Karena Gibran itu Wali Kota yang notabene anak Presiden. Dulu saya komentar insya Allah Solo akan dapat banyak fasilitas karena Gibran connect langsung dengan bapaknya. Proyek banyak yang datang,” terang dia.

Belum ada setahun Gibran memimpin Solo, Daryono melihat prediksinya itu sudah terlihat. Meski begitu, dia menilai capaian tersebut belum cukup. Dia ingin Gibran bisa lebih menyentuh esensi dari pekerjaan dan tanggung jawabnya.

Dari pengamatan PKS Solo setahun terakhir, masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi Gibran. “Bisa enggak beliau menyentuh sisi esensi dari pekerjaan atau tanggung jawab sebagai Wali Kota, karena banyak hal yang jadi catatan dari kami. Kalau sisi esensi loh ya ini. Kalau sisi permukaan, gebyarnya, ya wajar lah,” kata dia.

Namun Daryono enggan menyebutkan poin-poin apa yang masih kurang dari kinerja Gibran dan menjadi sorotan PKS Solo. Sebab materi lengkap catatan tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers pada pekan depan.

Gaya Komunikasi Gibran

Dia mengakui ihwal komunikasi Gibran yang dinilai kurang bagus menjadi salah satu poin yang disoroti. Daryono lantas membandingkan gaya komunikasi Gibran dengan ayahandanya, Joko Widodo (Jokowi), saat masih menjadi Wali Kota Solo 2005-2012.

“Gaya komunikasinya [Gibran] itu kalau dibandingkan dengan bapaknya dulu jauh banget. [Jokowi] waktu jadi Wali Kota sangat mudah untuk berkomunikasi, bertemu, menyampaikan aspirasi,” aku dia.

Sedangkan Gibran setahun terakhir terkesan sulit untuk melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak. Daryono juga menyoroti gaya Gibran meninggalkan mobil dinasnya di tempat bermasalah atau sedang membuat kesalahan.

“Itu kan intimidatif, gayanya intimidatif. Kalau untuk orang Jawa enggak pas lah. Apalagi Mas Gibran ini walaupun Wali Kota tapi masih muda. Seharusnya bisa mencoba cara komunikasi yang dalam ‘budaya Jawa’,” kata dia.

Daryono menilai seharusnya Gibran dengan berbagai privilese yang dimiliki mampu memberikan lebih dari apa yang sudah dilakukan setahun ini. Sebab Jokowi pun menurut dia bisa memberikan lebih walau tak punya privilese itu.

“Sebagai Wali Kota dengan privilese anak Presiden punya supporting unit yang tak bisa diabaikan, seharusnya bisa lebih dari ini. Dibandingkan Pak Jokowi yang tak punya privilese seperti itu bisa lebih baik dibanding Mas Wali,” urai dia.

Sumber : https://www.solopos.com

Friday, February 18, 2022

Pelantikan Pengurus dan Launching Youth Leader Academy Kota Surakarta



Generasi Muda (Gema) Keadilan Kota Surakarta menyelenggarakan pelantikan pengurus pada Kamis (17/2).  Acara ini sekaligus juga Launcing Program “Youth Political Academy” kota Surakarta, dilaksanakan secara offline di Ballroom Hotel Amrani Surakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Quatly Alkatiri selaku Ketua Dewan Penasehat Gema Keadilan Jawa Tengah, Agung Budi Margono Ketua Gema Keadilan Jawa Tengah dan Agus Riyanto Ketua KNPI Kota Solo.


Dalam sambutannya, Quatly Alkatiri menyampaikan apresiasinya karena telah terbentuk Gema Keadilan Kota Surakarta sebagai ajang pemuda untuk saling berkolaborasi dalam kebaikan untuk kemajuan bangsa Indonesia. "Selamat bertugas untuk seluruh pengurus Gema Keadilan Kota Surakarta. Selamat memberikan warna yang positif dalam perjuangan memajukan Indonesia.", ungkapnya. 

Pengurus Gema Keadilan Kota Surakarta dilantik langsung oleh Ketua Gema Keadilan Jawa Tengah, Agung Budi Margono. "Mulai tahun 2021 Gema Keadilan berubah bentuk menjadi sayap organisasi dari PKS", jelas Agung.



Adapun Ketua Gema Keadilan Kota Solo terlantik, Saras Pramudya menyampaikan bahwa fokus   program Gema Keadilan Solo 5 tahun kedepan

"Membangun Pemuda yang Mandiri dan Manfaat.Mandiri secara Mental, Spiritual juga finansial, sehingga diharapkan akan berdampak pada sisi kemanfaatan yang dirasakan masyarakat sekitar.Program Gema diturunkan dalam beberapa kegiatan seperti training ESQ,pelatihan dan pendampingan wirausaha, outbond dan leader camp training, pelatihan bela negara,turnamen olahraga, dan beberapa program digital marketing yang dikemas sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak muda."

Tuesday, February 15, 2022

Makjleb, Politikus PKS Solo Sebut Pola Komunikasi Gibran Kurang Baik

 



Pemerintah Kota (Pemkot) Solo di bawah kepemimpinan Wali Kota Gibran Rakabuming Raka mendapat kritikan pedas terkait pola komunikasi dengan masyarakat yang dinilai kurang baik. Pemkot dan Gibran diminta memperbaiki pola atau gaya komunikasi mereka kepada masyarakat agar program-program yang dibuat bisa berjalan baik.

Sejumlah kendala atau permasalahan yang muncul terkait program yang akan dijalankan beberapa waktu terakhir dinilai karena gaya komunikasi Pemkot Solo yang kurang baik. Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto, menyampaikan pendapat tersebut, Selasa (15/2/2022).Menurut politikus PKS itu, ada beberapa program Pemkot yang tak berjalan dengan baik. Di antaranya rencana pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di kawasan Pasar Mebel Gilingan, Banjarsari. Program tersebut ditolak mayoritas pedagang.

“Penolakan-penolakan ini kan tidak perlu jika Pemkot bagus dalam berkomunikasi. Itu kan tak serumit persoalan pemidahan PKL Banjarsari di era Pak Jokowi. Saat itu clear tanpa ekses. Ini [Pasar Mebel Gilingan] jauh lebih sederhana, jumlahnya juga sedikit,” ujarnya.

Sugeng juga menyoroti penolakan sejumlah pemilik toko terkait rencana penataan Jl Gatot Subroto (Gatsu). Ia menduga berbagai gejolak itu muncul disebabkan pola komunikasi Pemkot Solo dan Gibran yang kurang bagus. Ke depan pola komunikasi semacam ini harus dibenahi.

“Ini preseden tak baik. Pola komunikasi harus benar-benar didandani. Masyarakat sebetulnya hanya belum paham secara utuh apa yang dimaui Pemkot, dan sebaliknya. Intinya faktor komunikasi. Kalau tak diperbaiki, ke depan akan muncul gejolak yang sama,” katanya.

Politikus dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Solo yang meliputi Kecamatan Jebres itu mengingatkan pentingnya prinsip memanusiakan manusia. Dalam konsep tersebut, pemerintah melibatkan masyarakat dalam setiap programnya, melalui komunikasi yang baik.

“Saya sarankan Pemkot, Wali Kota terutama, bangunlah komunikasi yang baik. Prinsip nguwongke uwong masih relevan. Menjadikan mereka objek, bahkan subjek pembangunan merasa di-uwongke, dilibatkan, diajak omong, aspirasi didengar dan dipenuhi,” urainya.

Disinggung usia Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang masih terbilang muda, Sugeng menilai hal itu tak bisa menjadi alasan memaklumi pola komunikasi yang buruk. “Apa pun beliau tak sendiri, ada stakeholders mem-backup semua kebijakan. Saya kira itu tak bisa menjadi alasan,” tegasnya.Sugeng menyatakan saat ini partainya sedang membuat kajian tentang kinerja satu tahun pertama Gibran Rakabuming sebagai Wali Kota Solo. Dalam momentum satu tahun kepemimpinan Gibran, Februari 2022, Fraksi PKS (FPKS) DPRD Solo akan memberi penilaian.

Sumber: https://www.solopos.com/