Sunday, February 28, 2016

Jual Beli Pakaian Bekas Masih Marak, Dewan Nilai Pemkot Tidak Tegas

Jual Beli Pakaian Bekas Masih Marak, Dewan Nilai Pemkot Tidak Tegas (PKS Kota Solo)
PKS Kota Solo - Masih maraknya peredaran pakaian bekas impor atau yang sering disebut awul-awul di Kota Solo menjadi perhatian Kalangan legislator. Pemerintah Kota (pemkot) dinilai tidak tegas menerapkan larangan peredaran pakaian bekas impor. Dewan menyayangkan inkosistensi Pemkot dalam mengawal kebijakan yang diamanatkan pemerintah pusat.
“Tarik saja peredaran komoditas di lapangan kalau Pemkot serius menegakkan regulasi,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD, Sugeng Riyanto.
Sugeng mengakui sebagian warga masih mencari pakaian bekas impor sebagai pilihan sandang. Meski demikian, hal tersebut mestinya bukan menjadi pembenaran pelanggaran aturan.
“Efek kesehatannya kan sudah dikaji, makanya pemerintah melarang. Mestinya sosialisasi pada warga ditingkatkan alih-alih melakukan pembiaran,” ucapnya.
Perlu diketahui, setahun lalu Kementerian Perdagangan (Kemendag) memvonis pakaian bekas impor sebagai barang ilegal. Otoritas menyebut ada 216.000 kandungan bakteri mikrobiologi dalam pakaian bekas yang menyebabkan gatal, diare hingga penyakit saluran kelamin.
Namun, aktivitas jual-beli pakaian bekas impor masih marak di Pasar Klithikan, Pasar Gilingan hingga Pasar Gading. Pasar Klithikan memiliki 200-an pedagang awul-awul yang dikenal di Solo dan sekitarnya. Adapun Pasar Gilingan memiliki 96 pedagang pakaian bekas. (AR)
Sumber : Solopos

Saturday, February 27, 2016

Belum Mampu Jadi Transportasi Publik, Penambahan Railbus Dipertanyakan

Belum Mampu Jadi Transportasi Publik, Penambahan Railbus Dipertanyakan (Dok. Humas)
PKS Kota Solo - Komisi III DPRD Solo memertanyakan urgensi pemberian Railbus dari Kota Padang menuju Solo. Keberadaan Railbus Batara Kresna selama ini dinilai belum mampu mendorong warga beralih ke transportasi publik.
Wakil Ketua Komisi III DPRD, Sugeng Riyanto, mengatakan penambahan Railbus tidak relevan ketika masyarakat masih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Menurut Sugeng, peningkatan kesadaran untuk beralih ke transportasi publik mestinya diutamakan alih-alih sekadar menambah moda.
“Penambahan moda menjadi kurang pas jika hanya cenderung memfasilitasi kegiatan wisata. Jangan lupa, pengadaan Railbus dulu digadang-gadang mengurangi kepadatan lalu lintas,” ujarnya, Jumat (26/2/2016).
Dia menilai Batara Kresna belum berhasil menggairahkan warga beralih ke transportasi publik melihat okupansi harian yang hanya menyentuh 50%-60%. Jumlah penumpang baru meningkat saat akhir pekan atau hari libur. Hal ini menurutnya cukup disayangkan karena Railbus memiliki keunggulan dari segi harga.
“Dengan Rp4.000, penumpang bisa melintas melalui Solo-Sukoharjo-Wonogiri. Namun faktanya warga belum sepenuhnya tertarik menggunakan Railbus sebagai transportasi harian.” Jika penambahan Railbus benar-benar terealisasi, pihaknya mendorong tiga kabupaten/kota yang dilalui kereta bersinergi mengembangkan moda. Perlu penyusunan jadwal pemberangkatan kereta yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurut Sugeng, keberadaan Railbus saat ini belum memfasilitasi pekerja yang mayoritas pulang sore. Pemberangkatan terakhir kereta yakni pukul 10.00 WIB dari Stasiun Purwosari dan pukul 12.15 WIB dari Stasiun Wonogiri. “Penambahan kereta mesti diikuti penambahan jadwal keberangkatan yang nyaman. Kereta baru jangan cuma jadi cadangan kalau niatnya memang mengembangkan fasilitas publik.” (AR)
Sumber : Solopos

Thursday, February 25, 2016

Sekretaris Komisi IV DPRD Solo, Himbau Warga Memeriksa Jentik Secara Berkala

PKS Kota Solo - Sekretaris Komisi IV DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro, meminta warga meningkatkan pemeriksaan jentik secara berkala untuk mengantisipasi penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Asih menyanyangkan meninggalnya satu warga Solo akibat DBD. Menurut Asih, penyebaran penyakit tersebut mestinya dapat diantisipasi mengingat sifatnya yang mengikuti siklus musim penghujan. “ Mestinya sudah ada pencegahan berupa sosialisasi hidup bersih serta pemeriksaan jentik secara berkala. Hanya kami lihat belum semua wilayah melakukan hal itu, “ ujar Asih yang juga anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera.
Asih mengatakan pemeriksaan jentik di bak penampungan air atau toilet sebenarnya mudah dilakukan apabila warga peduli terhadap masalah kegiatan. Menurut Asih, pengecekan tempat berkembang biak jentik penting mengingat nyamuk demam berdarah dapat hidup ditempat yang tergolong bersih

Wednesday, February 24, 2016

Pemkot Diminta Antisipasi Penerima BPJS Ganda

Ilustrasi : Pemkot Diminta Antisipasi BPJS Ganda
PKS Kota Solo - Kalangan legislatif mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta untuk mengevaluasi lebih lanjut terganjalnya pendataan masyarakat penerima program Badan Penyelenggara Masyarakat Surakarta (BPJS). Mekanisme pendataan dan pendaftaran BPJS dari Pemkot dan perusahaan dikhawatirkan akan mengakibatkan data ganda kepemilikan BPJS.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Surakarta Asih Sunjoto Putro mengatakan, masyarakat dapat memilih jaminan kesehatan BPJS melalui mekanisme perusahaan atau Pemkot. Apabila yang bersangkut memilih mendaftar melalui Pemkot, praktis jaminan yang didapat dari perusahaan wajib dilepaskan.
“Namun apabila ada warga yang terkena pemutusan hubungan kerja, bisa mendaftar lewat perangkat kelurahan. Sebab ada update data penerima BPJS yang dilakukan tiga bulan sekali,” jelasnya. (AR)
Sumber : Joglosemar

Tuesday, February 23, 2016

Gelar Rakercab; DPC PKS Pasarkliwon Kukuhkan Pengurus Tingkat Kelurahan

PKS Kota Solo - Pengurus harian Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pasarkliwon Surakarta memenuhi meeting room Hotel Sarila Kalilarangan, Minggu (21/02), saat Rapat Kerja Cabang (Rakercab) digelar. Rakercab juga menghadirkan seluruh pengurus tingkat kelurahan yang telah terbentuk di 9 Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS di Kecamatan Pasarkliwon. Dalam sambutannya, ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Surakarta, Abdul Ghofar Ismail menyampaikan "Kita harus mengokohkan kembali jati diri PKS sebagai partai dakwah, kerja kerja politik kita adalah kerja dakwah, dari tatanan, cara-cara hingga norma-norma“. Ghofar meminta seluruh pengurus agar menjalankan amanah dengan hanya mengharap ridho Allah dan memberikan amal terbaik dalam menjalankannya, karena Allah menilai prosesnya bukanlah hasilnya. Selain itu Ghofar juga mengajak pengurus untuk belajar dari sirah Rasululloh Saw, tidak ada rumah di Madinah dimana tidak ada seorang muslim didalamnya. Semoga kelak di Pasarkliwon tidak ada satupun rumah, kecuali ada kader PKS di dalamnya. Diakhir sambutan, Ghofar mengukuhkan pengurus 9 DPRa PKS yang telah terbentuk di kecamatan Pasarkliwon. Ghofar berharap DPC PKS Pasarkliwon Surakarta mampu memandirikan DPRa hingga target capaian suara disetiap wilayah sampai tingkat paling kecil dapat diraih. Acara dilanjutkan dengan arahan ketua DPC PKS Pasarkliwon, Susmono HP. Susmono menekankan pentingnya pemahaman semua kader bahwa tujuan akhir dari dakwah ini bukanlah sekedar suara atau kursi, tetapi lebih dari itu yaitu menyebarkan hidayah kepada seluruh masyarakat. "Kader harus mempunyai stamina dan nafas panjang dalam merelealisasikan amanah rakercab yang telah direncanakan." tambah Susmono. Mukercab DPC PKS Pasarkliwon Surakarta diharapkan dapat menghasilkan program kerja yang mampu menjadikan PKS sebagai yang terdepan dalam pelayanan ummat dan senantiasa berkhidmat untuk rakyat.

Rakercab DPC PKS Laweyan, Komitmen Optimalkan Layanan Masyarakat

PKS Kota Solo - Bertempat di Syariah Hotel Solo, Dewan Pengurus Cabang Partai Keadilan Sejahtera (DPC PKS) Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta sukses menggelar acara Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) tahun 2016 pada hari Minggu (21/2). Seluruh jajaran pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Laweyan beserta perwakilan pengurus Dewan Pengurus Ranting (DPRa) se Kecamatan Laweyan turut serta hadir dalam merumuskan program kegiatan dan target-target dakwah politik selama tiga tahun ke depan.
Acara dibuka dengan sambutan dan arahan Ketua DPC PKS Laweyan, Anang Istanto, "Kerja-kerja dakwah politik harus dimulai dari pengurus nya untuk kembali bergerak dengan energi yang lebih, kembali menata Sumber Daya Manusia (SDM) dan menata strategi untuk mencapai kemenangan yaitu tercapainya target dua kursi DPRD Kota dari Dapil Laweyan. Dimana hal ini akan mampu tercapai dengan mengokohkan struktur sampai tingkat paling bawah, serta mengoptimalkan layanan khas kita kepada masyarakat" jelas Anang.
Setelah sambutan Ketua DPC PKS Laweyan, seluruh peserta RAKERCAB menyimak dengan seksama sambutan dan Tausiyah dari Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Surakarta, Abdul Ghofar Ismail, dimana beliau menyampaikan 3 hal penting untuk menjadi pemahaman setiap kader, "Pertama, kader harus ingat bahwa seluruh kerja kita sejatinya adalah kerja dakwah, karenanya tidak boleh lepas dari Allah SWT mulai dari niat nya, kerja nya, cara melangkah nya, hingga akhir. Kemenangan tidak akan membawa barokah bagi kita maupun bagi masyarakat, jika tidak mendapat ridha Allah SWT.
Kedua, seluruh kader utamanya para pengurus di semua lini agar ber-fastabiqul khoirot (berlomba lomba dalam kebaikan), karena manusia yang terbaik ialah yang memiliki ahsanu amala (amalan yang terbaik) hingga akhir hidup kita haruslah yang terbaik" terang Ghofar.
Kemudian yang ketiga, "PKS harus membangun jejaring hingga satuan terbawah, berdakwah ke setiap rumah, sebagaimana keberhasilan dakwah Rasulullah dan para sahabat setelah berhijrah ke Madinah maka di setiap rumah di Madinah minimal ada seorang Muslim." Pungkas Ghofar
Acara dilanjutkan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus Dewan Pengurus Ranting (DPRa) diwakili oleh ketua DPRa masing-masing. Kemudian di penghujung acara diakhiri perumusan program-program dan komitmen pencapaian target dakwah masing-masing bidang serta masing-masing DPRa.
Rilis : Dyla
Fotografer : Didik Hariyanto

Monday, February 22, 2016

Komisi D DPRD Jateng, Temukan Tingginya Sedimentasi Waduk Gondang Karanganyar

PKS Kota Solo - Progres proyek Waduk Gondang Karanganyar yang per Februari 2016 mencapai 21% mendapat keluhan dari masyarakat sekitar yang terkena aliran air. Masyarakat mengadukan sedimentasi lumpur yang diduga merupakan dampak dari pembangunan waduk Gondang. Hal ini menjadi temuan anggota Komisi D DPRD Jateng Muhammad Rodhi dalam kunjungan lapangannya baru-baru ini.
Muhammad Rodhi mengatakan, “Ada 3 Bendung yang statusnya dikelola provinsi yaitu bendung Sudangan, Tementenan, dan Jetis, ini masyarakat ada yang mengeluhkan endapan lumpur yang terbawa ke bendung itu”  . Tiga bendung tersebut terletak disepanjang aliran sungai bengawan solo, tambah Rodhi anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Sementara itu Menurut Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) dibawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Budi Sucahyono, berkomitmen untuk melacak fenomena itu. “Selama ini kami belum mendengar langsung, hanya memang seluruh prosedur sudah dijalankan dengan baik oleh pihak rekanan, karena memang ada komitmen tertulis, setelah pekerjaan harus clear,” terang Budi saat mendampingi kunjungan lapangan komisi D.
Ia juga menyatakan bahwa dalam pengawasannya sudah ada solusi untuk menampung sedimen namun memang sempat ada kendala. “Pihak rekanan sudah membangun kolam untuk menampung sedimen, sebelum kemudian mengalir kembali kebawah, namun sempat sekali ada banjir besar, kami menduga kasus terbawanya sedimen itu karena peristiwa banjir ini,” tambahnya.
Waduk Gondang terletak di desa Ganten kecamatan Kerjo kabupaten Karanganyar, progresnya telah berjalan diatas target yang ditetapkan. Dengan sumber aliran air dari sungai Garuda, direncanakan menampung 10 juta meter kubik air dan mampu memberikan aliran air sebanyak 200 Liter air perdetik.
Sekedar diketahui, berdasar laporan rekanan proyek, PT.Waskita Karya (Persero) menyanggupi menyelesaikan 60% fisik pembangunan pada tahun ini dan Kemungkinan besar akhir 2017 pembangunan waduk gondang diprediksi selesai.

Friday, February 19, 2016

Perkuat Visi Partai, DPC PKS Banjarsari adakan Upgrading Pengurus

PKS Kota Solo - Rabu (17/02) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta mengadakan upgrading yang diikuti 25 orang pengurus tingkat kecamatan. Kegiatan yang bertajuk “Membangun Visi Peradaban Manusia yang Agung" ini bertempat di salah satu Aula di kawasan Kadipiro Banjarsari, Surakarta.
Dalam sambutannya, ketua DPC PKS Banjarsari Surakarta, Amin Supodo memyampaikan "Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kepada setiap diri pengurus akan visi besar yang diusung oleh partai dakwah ini yaitu 'Membangun Visi Peradaban Manusia yang Agung". Lebih lanjut Amin berharap setiap pengurus bisa menyatukan dan memahami visi ini sehingga setiap pengurus akan berusaha memberikan kontribusi terbaiknya bagi partai dakwah ini khususnya dan untuk umat manusia pada umumnya.
Tampil sebagai pemateri, pendiri Sekolah Haji dan Umroh (SHU) Baitulloh Semarang, Ustadz Anwar Jufri Romli, Lc. Anwar menyampaikan bahwa untuk membangun visi peradaban manusia yang agung terlebih dulu kita harus mengubah mindset kita tentang produktivitas. "Produktivitas sejatinya bagi seorang muslim adalah waktu di mana dia mengikatkan dirinya dalam perjanjian (menyampaikan proposal permohonan melalui doa) kepada Allah SWT. Waktunya yaitu pada tengah malam atau sepertiga malam atau dua per tiga malam (menjelang subuh)” jelas Anwar.
Saat menutup kegiatan ini Amin Supodo menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkala.