Thursday, February 4, 2016

DPRD Solo Targetkan Kunjungan Perpustakaan Daerah 30.000/Tahun

PKS Kota Solo -Komisi IV DPRD Solo menargetkan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Solo mampu meraih tingkat kunjungan hingga 30.000 orang pada tahun ini. Jumlah itu dua kali lipat dari target yang ditetapkan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Solo yakni 15.000 orang setahun.
Menurut Sekretaris Komisi IV, Asih Sunjoto Putro, perpustakaan di tingkat kota idealnya dikunjungi sekitar 100 orang per hari atau 30.000-36.000 orang per tahun. Perpusda telah didukung infrastruktur serta penempatan lokasi yang strategis di tengah kota. Dia melihat target ideal tersebut belum dapat direalisasikan Perpusda.
“Kalau melihat tingkat kunjungan tahun lalu yakni 13.600-an orang, berarti per hari hanya 38 orang yang mengunjungi perpustakaan. Masih jauh dari ideal,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (2/2/2016).
Dia tak menampik butuh waktu untuk mengembangkan minat kunjungan warga ke Perpusda. Terlebih operasional bangunan Perpusda di Srambatan baru berjalan dua tahun. Pihaknya mendorong Perpusda terus melakukan promosi dengan berbagai kegiatan maupun lomba.
“Bikin secara rutin lomba-lomba seperti menulis resensi, cerpen, mendongeng dan sebagainya. Pameran buku pun mesti digarap serius dengan mendatangkan banyak penerbit ternama. Jangan asal-asalan,” kata dia.
Asih juga menekankan koleksi buku sebagai tulang punggung Perpusda. Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, dana pengadaan buku yang diplot Rp180 juta tahun ini terhitung sangat kecil. Adapun program pengembangan minat baca secara makro didanai sekitar Rp1,3 miliar. “DPRD akan mendorong penambahan anggaran supaya buku lebih ter-update.”
Di sisi lain Komisi IV menekankan penambahan layanan salah satunya pemasangan hotspot yang berkoneksi cepat. Langkah itu dinilai dapat menarik generasi muda mengunjungi Perpusda. “Petugasnya juga yang sumeh [murah senyum]. Ada laporan kalau pelayanan Perpusda kurang ramah,” ujar Asih. (AR)
Sumber : Solopos

Pornografi dan Hedonisme Merusak Film

PKS Kota Solo - Unsur pornografi dan budaya hedon masih menjadi momok di tengah kebangkitan perfilman nasional. Komisi X DPR RI mendesak lembaga sensor film untuk lebih optimal dalam menjalankan fungsinya.
Film dianggap bisa menjadi sarana diplomasi pemerintah di bidang kebudayaan. Untuk itu, kalangan legislatif di Senayan mendorong para sineas untuk memproduksi sebanyak mungkin film lokal. Namun dengan catatan, film yang dihasilkan harus memunculkan karakter positif bangsa Indonesia. Yakni, yang menjunjung budaya tinggi, sopan, dan berpendidikan.


Di sisi lain, peran pemerintah juga sangat penting, terutama dalam menguatkan fungsi lembaga sensor film sebagai benteng terakhir pengawas dan pemilik hak potong dalam film.

“Lembaga sensor didanai APBN. Kami berharap mereka mampu menjaga marwah film nasional agar dicintai rakyatnya sekaligus mendidik masyarakat menjaga nilai-nilai budaya lokal,” kata anggota Komisi X DPR RI Abdul Kharis Almasyhari kepada Jawa Pos Radar Solo Minggu (31/1).
Kharis yang juga menjabat ketua panitia kerja (panja) perfilman ini tak ingin masyarakat dicekoki dengan film yang mengeksploitasi pornografi. Selain itu, masuknya budaya hedon dalam film juga menjadi tantangan tersendiri bagi sineas. Mereka diminta lebih mengangkat tema kesederhanaan.
“Kondisi film Indonesia saat ini lagi rebound, bangkit. Tapi kami berharap bangkitnya ini mendapat arahan yang baik dan benar. Jangan menjadi asal memberikan suguhan tanpa memperhatikan etika dan estetika,” papar dia.
Beberapa waktu lalu Komisi X mengunjungi beberapa rumah produksi film di Jakarta untuk menyosialisasikan program pengangkatan kembali film nasional. Selain itu, ajang tersebut juga digunakan sebagai wahana menampung aspirasi seniman film. “Saya kira masyarakat yang menginginkan film yang baik masih jauh lebih banyak dibandingkan masyarakat yang tidak ingin baik,” kata Kharis.
Ia pun berharap film lokal dapat tampil di ajang Internasional. Beberapa film sudah membuktikan, meski dalam kelas festifal. Namun dengan momentum tersebut bisa menjadi bukti bahwa sebenarnya Indonesia cukup berprestasi dalam hal perfilman. “Kalau bisa diputar di luar, itu bisa jadi sarana diplomasi budaya. Kita jangan hanya diterpa budaya Korea, tapi juga dapat memasukkan budaya Indonesia ke luar negeri,” kata Kharis.
Senada, Wakil Ketua DPRD Solo Abdul Ghofar Ismail menyambut baik hadirnya beberapa film Indonesia yang kini gencar diputar di bioskop. Ia berharap masyarakat mendapat tontonan yang membangun karakter baik. “Masyarakat memerlukan tontonan alternatif. Jika ada film yang baik, ajak masyarakat yang lain untuk mendukung,” ungkap dia. (AR)
Sumber : Radar Solo

Kembangkan Ekonomi Kader, DPC PKS Banjarsari Gelar Sarasehan Bisnis

PKS Kota Solo - Bidang Pengembangan Jaringan Ekonomi (BPJE) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banjarsari Surakarta menggelar kegiatan sarasehan bisnis pada Sabtu malam (30/01) di kantor DPC PKS Banjarsari Surakarta. Sarasehan yang bertajuk “Bisnis Air, Potensi dan Pengembangan Jaringan" menghadirkan manajer perusahaan air "Quaya", Eka Nugroho.
Dalam presentasinya, Eka menjelaskan, "air sebagai sumber kehidupan utama bagi manusia. Manusia tidak akan mungkin hidup tanpa air, karena lebih dari 70% bagian tubuh manusia adalah air. Namun saat ini air sebagai sumber utama kebutuhan manusia secara umum sudah sangat tidak layak untuk dikonsumsi. Dan konsumsi air minum oleh individu atau pun keluarga/rumah tangga sekarang dari waktu ke waktu semakin meningkat. Inilah peluang yang dibidik oleh perusahaan-perusahaan air".
Lebih lanjut Eka menjelaskan bahwa ternyata air minum kemasan pun tidak semua atau bahkan rata-rata juga tidak layak konsumsi, bahkan sekelas air minum dalam kemasan dari produk-produk terkenal. Eka juga mempraktikaan uji pengukuran kelayakan air untuk dikonsumsi dari beberapa merk air dalam kemasan.
Ketua Bidang BPJE DPC PKS Banjarsari Surakarta, Abdul Kadir Audah, berharap selain untuk membekali kader tentang pengembangan ekonomi, sarasehan ini dapat menumbuhkan kesadaran akan konsumsi yang sehat terutama untuk konsumsi air. "Jangan sampai niat untuk hidup sehat dengan banyak meminum air putih justru menjadi awal dari mengendapnya berbagai sumber penyakit dalam tubuh kita" jelas Kadir dalam sambutan.

Pemkot Diminta Sediakan Hunian Untuk Eks Gafatar

PKS Kota Solo - Kendati jumlah eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang berasal dari Solo tidak banyak, Pemerintah Kota (Pemkot) tetap diminta memberi solusi kepada mereka. Terutama soal tempat tinggal yang mendesak dibutuhkan.
Menurut kalangan dewan, pemberian solusi kepada eks anggota Gafatar yang saat ini ditampung di Griya Bahagia PMI lebih karena mengedepankan faktor kemanusiaan.
"Bagaimanapun mereka pernah tinggal di Solo dan menjadi bagian dari masyarakat kita. Pemkot juga tak bisa berlepas tangan," ungkap Ketua Fraksi Partai KEadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Solo, Sugeng Riyanto, Senin (1/2).
Terkait tempat tinggal, Sugeng meminta pemkot menyediakan lokasi sementara untuk penampungan eks anggota gafatar. Pasalnya mereka ditempatkan di Griya Bahagia PMI hanya untuk tiga hari. Itu artinya hari ini mereka harus meninggalkan penampungan.
"Pemkot bisa menuyediakan rumah singgah atau bangunan milik pemkot yang tidak terpakai. Sembari menunggu, pemkot melobi pihak PMI untuk memperpanjang masa pakai," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, pembinaan secara ideologis kepada eks gafatar juga perluadiberikan agar masyarakat dapat menerima kembali kehadiran mereka. PEmkot bisa menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberikan pengarahan terkait pemahaman keagamaan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Solo yang juga merupakan anggota FPKS, Abdul Ghofar Ismail berharap eks anggota gafatar dapat berbaur dengan masyarakat umum. (AR)
Sumber : Jawapos Radar Solo, Selasa (2/2)

Monday, February 1, 2016

Ketua Majelis Syuro PKS : Kemenangan Sejati adalah Pada Masalah Ruhiah dan Ibadah

PKS Kota SOLO - SEMARANG, Ahad (31/1), DPW PKS Jateng menggelar Rakerwil di Hotel Grasia Semarang. Dihadiri oleh pengurus DPW PKS Jateng dan pengurus DPD PKS Se-Jawa Tengah. Agenda membahas tentang program kerja strategis seluruh bidang untuk masa kerja setahun mendatang.
Secara khusus, KH Kamal Fauzi dalam sambutannya menyampaikan selamat milad NU yang ke 90. “Kader PKS berasal dari banyak kalangan, termasuk dari NU dan Muhammadiyah. Karena itulah seluruh kader harus berkiprah dan memberikan suasana yg kondusif dan konstruktif. Meskipun hanya sebagai jama’ah masjidnya saja alias tidak memiliki posisi apa-apa” jelas KH Kamal Fauzi, selaku ketua DPW PKS Jateng.
Dalam taujihatnya, Habib Salim Segaf Al Jufri selaku ketua Majelis Syuro PKS menegaskan tentang jatidiri kader PKS, yang harus berkhidmat kepada ummat. “Bahkan dalam posisi sebagai pemimpin pun, adalah dalam rangka berkhidmat. Karena rasulullah berpesan “Sayyidul Qaumi Khadimuhum” paparnya tegas.
Habib Salim Segaf Al Jufri juga menekankan pentingnya ukhuwah dalam perjuangan. “Menggunjing orang lain saja tidak diperkenankan. Terlebih menggunjing saudara sesama rekan perjuangan. Kita harus banyak berlapang dada agar ukhuwah tetap terjalin erat” tuturnya lirih.
Beliau juga menekankan tentang pentingnya menjalin harmoni ditengah umat. “Jangan sampai masyarakat takut dan memandang curiga atas kiprah dan karya PKS. PKS bukan ancaman bagi siapapun, itulah yg perlu kita tegaskan kepada masyarakat” jelasnya bersemangat.
Beliau juga berpesan agar para kader semakin mentradisikan syura dalam setiap kondisi. “Mekanisme syura memastikan pikiran - pikiran hebat bisa terakomodir dan dipahami oleh semua peserta. Lebih dari itu, semua pihak harus berkomitmen untuk melaksanakan hasil syura” katanya tegas.
Beliau juga menekankan tentang loyalitas kader dakwah. “Pada masa awal, kita biasanya cenderung loyal kepada personal (murobbi, ustadz, kyai dll). Tapi pada fase selanjutnya, loyalitas harus diberikan kepada gerbong dakwahnya” ungkapnya bersahaja.
Beliau juga menekankan tentang kesyukuran dan keikhlasan dalam berjuang. “Kita ingin akhir hidup kita sebagaimana para syuhada. Yaitu kematian dengan menyungging senyuman, sebagai tanda husnul khatimah” tegasnya lembut.
Beliau juga menekankan tentang kemenangan sejati dalam dakwah. “Kemenangan maupun kekalahan dalam kontestasi pilkada hanyalah pada angka - angka. Namun kemenangan sejati adalah pada masalah ruhiah dan ibadah. Inilah hakikat kemenangan yg harus dimiliki oleh kader - kader dakwah” ungkapnya lirih.
Hal yg menarik, saat Habib Salim Segaf Al Jufri naik panggung, diiringi dengan shalawat sebagaimana tradisi para kyai yang akan menyampaikan tabligh akbar.
Narator : Eko Jun
Photografer : Widodo Indifa/ RPF Jateng

Wednesday, January 20, 2016

Refreshing Pasca Pemilukada, Muhammad Fajri Ikuti Piknik Keluarga DPC PKS Banjarsari


PKS Kota Solo
 - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banjarsari, Kota Surakarta mengadakan Rihlah Keluarga di Pantai Drini dan Pantai Sepanjang Gunung Kidul, Ahad (17/01). Sekitar 300 kader dan simpatisan beserta keluarga mengikuti kegiatan rihlah yang terbagi dalam 5 bus dan 8 mobil. Rihlah Keluarga merupakan program awal dari DPC PKS Kec. Banjarsari dalam rangka meningkatkan ukhuwah antar kader dan keluarga kader.   Sekaligus sebagai salah satu bentuk dari pelaksanaan seruan dari DPP PKS tentang program Ketahanan Keluarga.
Selain piknik dan jalan-jalan, kegiatan ini juga diisi dengan ramah tamah sekaligus perkenalan pengurus baru DPC PKS Banjarsari periode 2016-2018. Dalam kegiatan ini hadir pula mantan calon wakil walikota Solo yang diusung oleh Koalisi Solo Bersama (KSB) yang juga kader PKS, Muhammad Fajri. Dalam kesempatan ini, Fajri menyampaikan "Terimakasih kepada seluruh kelarga besar DPC PKS Banjarsari atas kerja keras dan dukungannya pada saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kemarin, sehingga mampu meraih suara  sebesar 40 % ".
Dalam sambutannya, Ketua DPC PKS Banjarsari, Amin Supodo menjelaskan “Rihlah ini adalah program pertama DPC PKS Banjarsari di masa kepemimpinan saya. Saya berharap kegiatan rihlah ini bisa  dilaksanakan setiap tahun,” katanya.   Amin juga berharap agar ukhuwah keluarga kader bisa lebih erat lagi dan berharap para kader akan siap untuk menjalankan kerja-kerja dakwah lebih keras lagi guna mencapai target 5 kursi anggota dewan.

Sunday, January 17, 2016

Gelar Pers Gathering, FPKS Solo Pererat Hubungan dengan Media

PKS Kota Solo - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Solo menjalin keakraban bersama media lokal solo dengan menggelar Pers Gathering. Kegiatan ini digelar pada Jum'at Siang (15/01) di Rumah Makan Dapoer Solo dengan dihadiri beberapa wartawan dari berbagai media cetak, online, dan radio.
Dalam kegiatan tersebut, sekretaris FPKS yang juga sekretaris Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Asih Sunjoto Putro menyampaikan tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan dan kerjasama antara FPKS dengan awak media massa di Surakarta. "Kami selaku FPKS DPRD Kota Surakarta senantiasa memberi masukan yang konstruktif demi pembangunan Pemerinta Kota Surakarta. Jika ada yg menyimpang kita tegur, jika ada yang perlu dibenahi ya kita benahi, jika ada yang perlu di apresiasi yang akan kita apresiasi. Selain itu kami siap menjadi sumber informasi di posisi dimana kami berada. Jika rekan-rekan media ada ide atau butuh bantuan kami siap memberi solusi demi pembangunan Pemerintah Kota Solo" jelasnya.
Dalam kesempatan pers gathering yang dihadiri beberapa wartawan yang baru ditugaskan di DPRD Kota Surakarta itu, Asih juga memperkenalkan struktur FPKS di DPRD Kota Surakarta, antara lain H. Sugeng Riyanto, S.S selaku Ketua Fraksi, (yang juga wakil ketua Komisi III), Dipl.-Ing. H. Quatly A. Alkatiri selaku Wakil Ketua Fraksi, (anggota Komisi II), Muhadi Syahroni, S. T selaku bendahara fraksi (anggota komisi I), H. Asih Sunjoto Putro S. Si selaku sekretaris fraksi (sekretaris Komisi IV), dan H. Abdul Ghofar Ismail, S. Si anggota fraksi, selaku wakil ketua DPRD Kota Surakarta.
Wakil Ketua FPKS DPRD Kota Surakarta, Quatly A. Alkatiri menambahkan, "Kami selaku Fraksi mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kapasitas diri. Sehingga masing-masing dari kami wajib mengikuti capasity building.". Selain itu, Quatly juga menyampaikan bahwa FPKS DPRD Kota Surakarta siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Kota Surakarta dan membangun komunikasi yang baik dengan struktur pimpinan, antar fraksi, dan juga komisi. Melalui Pers Gathering ini, diharapkan ada komunikasi dan kerjasama yang baik antara rekan-rekan media dan FKPS DPRD Kota Surakarta. ( Rilis RAN / Fotografer RS )

Thursday, January 7, 2016

Wakil Ketua Komisi X DPR RI : Jangan Bungkam Kekritisan Mahasiswa

PKS Kota Solo - Rony Setiawan, mahasiswa Fakultas MIPA yang juga merupakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ) diberhentikan secara sepihak karena dituding melakukan kegiatan yang tergolong kejahatan dan penghasutan dengan menggelar unjuk rasa. Kejadian ini berawal ketika BEM UNJ kemudian mengultimatum Rektor UNJ, Dr Djaali dan meminta digelar pertemuan dengan mahasiswa. Karena dari hasil kajian mereka, terungkap berbagai dugaan penyimpangan di UNJ.
Sebelumnya, aksi demonstrasi yang digelar Rony adalah menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama mundur karena mengirimkan dokumen RAPBD 2015 palsu kepada Kemendagri. Aksi yang kemudian berlanjut karena terjadi penggusuran Kampus MIPA. Mahasiswa menuntut agar pihak rektorat menyediakan fasilitas laboratorium apabila benar akan terjadi penggusuran gedung perkuliahan.
Atas kejadian itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Abdul Kharis Almasyhari yang sangat menyayangkan akan kejadian ini. Saat dihubungi via telepon, Kharis menginginkan adanya audiensi antara pihak rektorat dan BEM agar masalah tidak membesar.
"Kita harus mendudukan persoalan ini secara proporsional, saya menilai kebijakan Bapak Rektor ini malah kontraproduktif bagi kebebasan akademik dan akan memicu gerakan yang lebih besar. Baiknya Rektor menerima audiensi dan duduk bersama mahasiswa agar ada solusi terbaik" Jelas Kharis.
Sebagai wakil rakyat yang juga pernah aktif di pergerakan mahasiswa kampus, Kharis prihatin dengan keputusan Rektor UNJ yang langsung mendrop-out mahasiswanya karena melakukan demonstrasi. Selain itu legislator asal Jawa Tengah ini juga meminta agar SK terkait Drop Out Ketua BEM UNJ segera dicabut.
"Kekritisan mahasiswa jangan di bungkam dengan DO, harus dicari cara terbaik untuk setiap permasalahan yg muncul" Tegas Kharis. (AR)